Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 29 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Negara Kalah dari Tambang? DPR Soroti Keuntungan Jumbo yang Tak Masuk Kas Negara
Ekonomi Bisnis

Negara Kalah dari Tambang? DPR Soroti Keuntungan Jumbo yang Tak Masuk Kas Negara

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Juni 4, 2026 2:46 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Pertambangan batu bara PT Kaltim Prima Coal (KPC), berlokasi di wilayah Sangatta, Kalimantan Timur, Indonesia
Pertambangan batu bara PT Kaltim Prima Coal (KPC), berlokasi di wilayah Sangatta, Kalimantan Timur, Indonesia. (sumber: bumiresources.com)
SHARE

Anggota Komisi Energi DPR RI periode 2019–2024, Mulyanto, mengkritisi rencana pembentukan Badan Ekspor Komoditas satu pintu di sisi hilir tata kelola sumber daya alam (SDA).

Daftar isi Konten
  • Penerimaan Minerba Tinggi, Namun Dinilai Belum Optimal
  • Jangan Sampai Keuntungan Tambang Lebih Banyak Dinikmati Perusahaan
  • Kekayaan Alam Harus Kembali untuk Kemakmuran Rakyat

Mulyanto meminta pemerintah mengevaluasi secara serius efektivitas skema royalti progresif yang saat ini berlaku di sisi hulu, terutama di sektor mineral dan batu bara (minerba).

Evaluasi tersebut, menurut politikus PKS itu, penting untuk memastikan pengelolaan minerba mampu menangkap rente ekonomi yang muncul ketika harga komoditas global melonjak tinggi, sehingga manfaat kekayaan alam nasional dapat dinikmati secara optimal oleh negara dan rakyat.

Baca juga:
Bawa Kabur Rp11 Miliar Lewat Honorer 'Gaib': DPR Colek Polisi… Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mempertanyakan keputusan kepolisian yang belum menahan…
Sinyal 'Awas' Krisis Air di Jawa: Puan Sentil Pemerintah Jangan… Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah segera mengambil langkah darurat menyusul…
Sinyal Jinak Dana Judol: DPR Minta Pemerintah Waspada Modus Baru Meskipun perputaran dana judi online (judol) turun 20 persen pada 2025—penurunan pertama…
  • Bawa Kabur Rp11 Miliar Lewat Honorer 'Gaib': DPR Colek Polisi yang Belum…
  • Sinyal 'Awas' Krisis Air di Jawa: Puan Sentil Pemerintah Jangan Biarkan Rakyat…
  • Sinyal Jinak Dana Judol: DPR Minta Pemerintah Waspada Modus Baru

Penerimaan Minerba Tinggi, Namun Dinilai Belum Optimal

Mulyanto menilai dalam beberapa tahun terakhir sektor minerba telah menjadi salah satu penyumbang penerimaan negara terbesar. Pada 2023, penerimaan negara dari sektor minerba mencapai sekitar Rp173 triliun, melampaui penerimaan sektor migas yang berada di kisaran Rp117 triliun.

Meski demikian, tingginya penerimaan negara tersebut dinilai masih belum optimal. Apalagi bila dibandingkan berdasarkan satuan sumber daya alam yang diambil, bagian negara dari sektor migas relatif lebih besar dibandingkan sektor minerba. 

Pada sektor migas, negara memperoleh bagian langsung dari produksi melalui mekanisme kontraktual berbasis Production Sharing Contract (PSC), sedangkan pada sektor minerba negara lebih banyak mengandalkan royalti, pajak, dan berbagai pungutan lainnya,”

kata Mulyanto dalam keterangan resmi, Kamis, 4 Juni 2026.

Akibatnya, ketika harga komoditas global melonjak tinggi, keuntungan perusahaan tambang dapat meningkat berkali-kali lipat dalam waktu singkat. Sebaliknya, kenaikan penerimaan negara tidak selalu meningkat secara signifikan.

Sebagian besar windfall profit justru mengalir kepada perusahaan pemegang izin, sementara negara hanya memperoleh tambahan penerimaan dalam jumlah yang relatif terbatas,”

ujarnya.
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)

Jangan Sampai Keuntungan Tambang Lebih Banyak Dinikmati Perusahaan

Mulyanto menambahkan bahwa penerapan skema royalti progresif dalam tata kelola minerba nasional belum tentu cukup efektif. Karena itu, pemerintah perlu mengevaluasi secara serius apakah tingkat progresivitas yang ada sudah mampu menangkap rente ekonomi ketika harga komoditas global meningkat.

Jangan sampai momentum kenaikan harga komoditas global justru lebih banyak dinikmati perusahaan dibandingkan untuk memperkuat kapasitas fiskal negara dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,”

tambahnya.

Ia juga menilai kehadiran Badan Ekspor Komoditas di bawah Danantara patut didukung sebagai instrumen untuk memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan komoditas global, meningkatkan transparansi ekspor, mengurangi praktik transfer pricing dan ekspor afiliasi, serta mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor SDA.

Kekayaan Alam Harus Kembali untuk Kemakmuran Rakyat

Menurut Mulyanto, Indonesia harus memastikan setiap kenaikan harga komoditas dunia benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi negara dan rakyat.

Kekayaan mineral dan batu bara merupakan amanat konstitusi yang harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Oleh karena itu, evaluasi terhadap efektivitas royalti progresif bukan semata persoalan fiskal, melainkan bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang lebih adil, lebih berdaulat, dan lebih sesuai dengan amanat Pasal 33 UUD 1945,”

tegas anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI tersebut.
Baca juga:
Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara Temui DPR, Bahas Tuntutan Bonus dan… Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara–PT Sinergi Gula Nusantara (SPBUN-SGN) menemui DPR RI untuk…
PNBP Minerba Tahun 2025 Turun Jadi Rp130 Triliun, ESDM Coba… Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan sektor mineral dan batu…
Mendagri Dipanggil DPR Saat Reses, Nasib TKD hingga Gaji PPPK… Persoalan fiskal daerah dinilai mendesak membuat Komisi II DPR RI tetap menggelar…
  • Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara Temui DPR, Bahas Tuntutan Bonus dan Remunerasi
  • PNBP Minerba Tahun 2025 Turun Jadi Rp130 Triliun, ESDM Coba Salahkan Hal…
  • Mendagri Dipanggil DPR Saat Reses, Nasib TKD hingga Gaji PPPK 39 Daerah…
Tag:DPRfiskalmigasminerbaPenerimaan negararoyaltitambang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Sejumlah Lokasi Langsung Disegel!
By Rahmat Baihaqi
Gedung KPK
1
Bisnis Gas Whip Pink Bisa Raup Cuan Rp5 Miliar Sebulan, Begini Modus Edar ke Klub Malam
By Rahmat Baihaqi
Ratusan tabung gas merek Whip Pink di dalam kardus.
2
Viral Arti Warna Ikon Kontak WhatsApp, Benarkah Jadi Tanda Nomor Disimpan hingga Pernah Diblokir?
By Syifa Fauziah
Viral Arti Warna Ikon Kontak WhatsApp, Benarkah Jadi Tanda Nomor Disimpan hingga Pernah Diblokir?
3
Timnas Indonesia Terbang ke Thailand dengan Pesawat Carter, Justin Hubner Kembali Absen?
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia Jens Raven (kiri) berselebrasi bersama Pelatih John Herdman (kedua kiri) usai membobol gawang Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
4
Ragnar Oratmangoen Kembali! Timnas Indonesia Dapat Tambahan Kekuatan Jelang Lawan Timor Leste
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
5

BERITA LAINNYA

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung.
Ekonomi Bisnis

PNBP Minerba Tahun 2025 Turun Jadi Rp130 Triliun, ESDM Coba Salahkan Hal Ini

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan sektor mineral dan batu…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
4 jam lalu
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (kiri) bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (tengah) dan Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali (kanan) menyampaikan keterangan pers terkait pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta
Ekonomi Bisnis

Purbaya Minta Pasar Tak Panik Perry Warjiyo Tinggalkan BI: Destry Damayanti Bukan Pemain Baru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pejabat Sementara…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
4 jam lalu
Pekerja melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/7/2026). (Sumber: Antara Foto/Dhemas Reviyanto/wsj)
Ekonomi Bisnis

Bergerak Tak Sejalan, Rupiah Ditutup Menguat Tipis Disaat IHSG Merosot

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak tak sejalan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam media briefing di Kantor Kemenkeu (sumber: Anisa Aulia/Owrite)
Ekonomi Bisnis

490 Daerah Berpeluang Dapat Suntikan Dana, Purbaya Tunggu Restu Prabowo

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah sedang memetakan daerah yang mengalami…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up