Video yang memperlihatkan perjuangan seorang ayah demi pendidikan anaknya mendadak viral di media sosial dan membuat haru warganet.
Dalam video tersebut, seorang ayah asal Nusa Tenggara Timur (NTT) terlihat mengoleskan arang hitam ke pergelangan kaki anaknya sebagai pengganti kaus kaki yang tidak dimiliki sang anak saat hendak berangkat ke sekolah.
Video yang diunggah melalui akun TikTok @191088martino itu memperlihatkan momen ketika sang ayah berusaha mencari jalan keluar agar anaknya tetap dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Diketahui, sekolah tempat anak tersebut belajar menerapkan aturan yang mewajibkan seluruh siswa mengenakan kaus kaki sebagai bagian dari seragam.
Anak yang bernama Marciano Tefi itu sebenarnya telah siap berangkat ke sekolah. Namun, sesaat sebelum berangkat, ia menyadari bahwa kaus kaki miliknya hilang dan tidak diketahui keberadaannya.
Di tengah keterbatasan ekonomi yang dialami keluarga, membeli kaus kaki baru secara mendadak bukanlah hal yang mudah.
Tak ingin anaknya mendapat hukuman atau dipulangkan karena melanggar aturan sekolah, sang ayah kemudian mengambil arang dapur dan mengoleskannya secara hati-hati pada bagian kaki Marciano.
Cara sederhana tersebut dilakukan agar kaki anaknya tampak seperti mengenakan kaus kaki dari kejauhan.
Ramai Diperbincangkan
Meski video itu sebenarnya telah diunggah sejak Maret lalu, rekaman tersebut kembali ramai diperbincangkan dan menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Video itu bahkan telah ditonton jutaan kali dan menuai beragam reaksi dari warganet.
Banyak netizen mengaku terharu melihat besarnya pengorbanan seorang ayah demi memastikan anaknya tetap bisa menuntut ilmu.
Tak sedikit pula yang menyampaikan dukungan dan apresiasi atas perjuangan keluarga tersebut di tengah keterbatasan ekonomi.
Menanggapi berbagai komentar yang bermunculan, termasuk tudingan bahwa video tersebut hanya dibuat untuk kebutuhan konten, sang ayah memberikan klarifikasi melalui video lanjutan.
Ia menegaskan bahwa peristiwa yang terekam dalam video tersebut merupakan kejadian nyata yang dialami keluarganya dan bukan rekayasa untuk mencari perhatian di media sosial.
Kisah ini pun menjadi pengingat bahwa masih banyak keluarga yang harus berjuang keras demi memberikan akses pendidikan bagi anak-anak mereka.
Di balik kesederhanaan dan keterbatasan, terdapat semangat serta pengorbanan orang tua yang tak ternilai demi masa depan sang buah hati.





