Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menciduk Bupati Muara Enim Edison dalam operasi tangkap tangan (OTT). Selain Edison, penyidik KPK mengamankan 9 orang lainnya dalam OTT.
Lantas, bagaimana profil Edison sebagai kepala daerah?
Mengutip dari data di laman Pemkab Muara Enim, muaraenimkab.go.id, Edison lahir di Banuayu, Muara Enim, pada 6 Maret 1968.
Riwayat Pendidikan Edison dengan mengenyam pendidikan sekolah dasar di SDN 1 Banuayu pada 1981. Lalu, dia menempuh pendidikan SMPN 1 Lubuklinggau pada 1984 dan SMAN 1 Lubuklinggau pada 1987.
Dia merupakan alumnus dari Univesitas Sumatera Utara dan Universitas Sriwijaya. Pada 1992, Edison mengambil jenjang strata 1 Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
Lalu, program magister atau S-2 dengan kuliah pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya pada 2002.
Pengurus Cabang NU Muara Enim
Edison juga tercatat pernah sebagai Pembina Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Muara Enim.
Dalam karir politiknya, Edison maju di Pilkada Bupati Muara Enim 2024-2029 dengan diusung Partai Nasdem. Namun, dari keterangan DPP Nasdem, Edison disebut bukan kader partai.
Pun, Edison berduet dengan Sumarni yang merupakan politikus PDIP.
Dilantik Februari 2025
Edison dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Bupati Muara Enim pada 20 Februari 2025. Saat itu, ia dilantik bersama 960 kepala daerah lainnya di Istana Kepresidenan Jakarta.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan Bupati Muara Enim Edison diciduk KPK dalam OTT pada Senin, kemarin.
Benar,”
kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi, Senin, 8 Juni 2026.



