Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terbang pada penutupan perdagangan Selasa, 9 Juni 2026. IHSG melonjak 7,57 persen ke level 5.746.
Sebanyak 678 saham naik, 48 tidak bergerak, dan 89 turun. Untuk nilai transaksi sebesar Rp28 triliun, dengan melibatkan 45,1 miliar saham dalam 2,7 juta kali transaksi.
Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya PT Multitrend Indo Tbk (BABY) naik 34,62 persen ke Rp140, PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) naik 34,48 persen ke Rp78, saham PT Citatah Tbk (CTTH) naik 34,38 persen ke Rp129.
Kemudian PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) menguat 34,04 persen ke Rp126, dan PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) naik 26,71 persen ke Rp185.
Sementara saham-saham yang masuk top losers antara lain, PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) turun 14,91 persen ke Rp1.370, PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) turun 14,88 persen ke Rp144, PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) anjlok 14,77 persen ke Rp6.350.
Selanjutnya, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) melemah 14,67 persen ke Rp128, serta PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) merosot 14,49 persen ke Rp915.

BI Rate Naik
Adapun sejalan dengan ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo telah mengumumkan kenaikan suku bunga bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5 persen.
Rapat Dewan Gubernur memutuskan untuk kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen,”
ujar Perry dalam keterangan resmi Selasa, 9 Juni 2026.
Perry menjelaskan, kenaikan ini dilakukan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah. Kemudian sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen yang ditetapkan Pemerintah.
Kebijakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil bagi daya tarik masuknya aliran masuk investasi portofolio asing ke Indonesia,”
jelasnya.


