Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,81 persen atau 146 poin ke level Rp17.912 per dolar AS, pada perdagangan Rabu pagi, 10 Juni 2026.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah akan menguat terhadap dolar AS pada hari ini. Rupiah menguat karena keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan.
“Rupiah diperkirakan masih berpotensi menguat terhadap dolar AS, menyusul langkah BI menaikkan suku bunga serta menjadwalkan rapat mingguan, memicu harapan langka agresif BI ke depannya,”
ujar Lukman saat dihubungi Owrite.id, Rabu, 10 Juni 2026.
Lukman berpendapat rupiah bisa saja menguat di level Rp17.000 per dolar AS pada hari ini. Namun, penguatan akan terbatas karena kondisi geopolitik yang memanas di Timur Tengah.
“Namun eskalasi di Timur Tengah baru-baru ini dan kenaikan harga minyak mentah dunia akan membatasi penguatan,”
kata dia.
Penguatan rupiah berpeluang terjadi dalam jangka panjang, tapi dengan catatan langkah intervensi agresif BI dan pembenahan fiskal oleh pemerintah.
“Bisa, apabila BI agresif dan pemerintah terus membenahi fiskal dan kebijakan-kebijakan yang lebih pro investor,”
tutur Lukman.
Pada hari ini rupiah diperkirakan menguat di level Rp18.000-Rp18.100 per dolar (AS).



