Di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang terus menjadi perhatian publik, pemerintah memastikan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tetap berjalan sesuai rencana.
Pemerintah bahkan menilai, pelemahan rupiah tidak memiliki kaitan langsung dengan pelaksanaan program yang digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi rakyat tersebut.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan, fokus utama KDKMP adalah menghidupkan aktivitas ekonomi produktif di tingkat desa dan kelurahan. Karena itu, menurutnya, fluktuasi nilai tukar rupiah tidak menjadi faktor yang memengaruhi jalannya program.
Kan nggak ada hubungannya (pelemahan rupiah dengan KDKMP). Justru kegiatan kooperasi desa ini adalah untuk menggerakkan ekonomi produktif di masyarakat,”
kata Ferry saat ditanyai Owrite.id di Kampus Paramadina, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 10 Juni 2026.
Pernyataan Menkop ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran sejumlah pihak terhadap dampak pelemahan rupiah terhadap berbagai program pemerintah.
Selain soal nilai tukar, Ferry juga membantah anggapan bahwa kebijakan efisiensi anggaran berpotensi menghambat pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, tahapan pembentukan KDKMP masih berjalan sesuai agenda yang telah disusun pemerintah.
Saya rasa nggak ada (pengaruh efisiensi). Kan ini kita lagi tahap operasional dan kemudian juga lagi rekrutmen manajer kooperasi desanya,”
jelasnya.
Saat ini pemerintah masih fokus pada pembentukan struktur operasional koperasi, termasuk proses perekrutan manajer yang nantinya akan menjadi penggerak utama kegiatan ekonomi di desa-desa.
Menkop Ferry menjelaskan, pembangunan KDKMP memang tidak dilakukan secara serentak, melainkan bertahap menyesuaikan kesiapan daerah dan kebutuhan di lapangan.
Kita memang laksanakan secara bertahap gitu. Karena ini kegiatan menggerakkan ekonomi produktif di masyarakat,”
tegasnya.




