Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 28 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Ketika Program Bioetanol Bikin Konsumen, Pertamina, dan Negara Sama-sama Rugi
Ekonomi Bisnis

Ketika Program Bioetanol Bikin Konsumen, Pertamina, dan Negara Sama-sama Rugi

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Juni 12, 2026 2:28 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira. (Sumber: IG @bhimayudhistira)
Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira. (Sumber: IG @bhimayudhistira)
SHARE

Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai pengembangan program bioetanol berpotensi menimbulkan kerugian bagi konsumen, PT Pertamina (Persero), dan negara. 

Penilaian tersebut muncul setelah harga Pertamax Green 95, yang mengandung campuran 5 persen bioetanol, naik lebih tinggi dibandingkan Pertamax reguler.

Diketahui, per 10 Juni 2026, harga Pertamax Green 95 naik 31,7 persen dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Kenaikan tersebut melampaui Pertamax (RON 92) yang naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.

Baca juga:
PHE Produksi 935 Ribu BOEPD Semester I 2026, Raih Cadangan… PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina mencatat kinerja operasional…
Harga Minyak Tembus Lagi US$100, Purbaya Jamin Pertalite Tak Naik… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kenaikan harga minyak dunia belum membahayakan…
📰
Pertamina Mulai Salurkan Biosolar B50 ke SPBU, Ini Wilayah yang… PT Pertamina Patra Niaga mulai merealisasikan distribusi Biosolar 50 (B50) setelah peluncuran…
  • PHE Produksi 935 Ribu BOEPD Semester I 2026, Raih Cadangan Migas Baru…
  • Harga Minyak Tembus Lagi US$100, Purbaya Jamin Pertalite Tak Naik dan APBN…
  • Pertamina Mulai Salurkan Biosolar B50 ke SPBU, Ini Wilayah yang Kebagian Pertama

Tak Terbukti Buat Harga BBM Terjangkau

Petugas bersiap melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)
Petugas bersiap melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira, menilai bahwa pencampuran bioetanol dalam bensin belum terbukti membuat harga bahan bakar lebih terjangkau.

Pertamina rugi dua kali karena pembayaran selisih harga riil dan harga keekonomian tak langsung dibayar sehingga menekan arus kas. Ujung-ujungnya adalah melonjaknya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sesungguhnya berasal dari pajak rakyat,”

kata Bhima dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Juni 2026.

Bhima menjelaskan, biaya pembukaan lahan dan tingginya ongkos logistik akan dibebankan oleh produsen saat menjual produk bioetanol ke Pertamina. Kondisi tersebut berisiko membuat harga bahan bakar berbasis bioetanol tetap mahal bagi konsumen.

Pertamax Green Makin Mahal, Bioetanol Tak Bikin BBM Lebih Murah dan Ramah APBN

Bahan Bakar Campuran Justru Lebih Mahal

Celios menilai, situasi itu menunjukkan bahwa pencampuran bioetanol dalam bensin belum tentu membuat harga bahan bakar lebih terjangkau. Sebaliknya, dalam kondisi krisis energi saat ini, harga bahan bakar yang mengandung campuran etanol justru mengalami kenaikan lebih tinggi dibandingkan jenis BBM lainnya.

Selain dampak ekonomi, Bhima juga menyoroti konsekuensi sosial dan lingkungan dari pembukaan lahan untuk proyek bioetanol.

Pembukaan lahan deforestasi seharusnya juga dihitung masuk sebagai kerugian perekonomian dari pencampuran bioetanol. Jadi narasi bioetanol adalah narasi yang dipaksakan dalam konteks krisis energi saat ini,”

tegasnya.
Baca juga:
Mundur dari Kepala BGN, Posisi Nanik di Pertamina Masih Aman… Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dipastikan tetap menjabat…
Purbaya Ungkap Skema Pendanaan PFII, Pastikan APBN Hanya Jadi Dana… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)…
APBN Semester I-2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya Klaim Masih Bagus Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)…
  • Mundur dari Kepala BGN, Posisi Nanik di Pertamina Masih Aman Jabat Komisaris
  • Purbaya Ungkap Skema Pendanaan PFII, Pastikan APBN Hanya Jadi Dana Cadangan
  • APBN Semester I-2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya Klaim Masih Bagus
Tag:APBNbioetanolHarga BBMpertamaxPertamax GreenpertaminaRON 92RON 95
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Soal Spekulasi Mundur Perry Warjiyo Gegara Purbaya, Airlangga: Saya Nggak Paham
By Anisa Aulia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kemenko Perekonomian (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
1
Setya Novanto Rayakan Ultah Istri Bertema BTS di Hotel Mewah, Netizen: Koruptor Tak Pernah Miskin
By Syifa Fauziah
Setya Novanto Rayakan Ultah Istri Bertema BTS
2
QRIS hingga BI-Fast, Ini Warisan Perry Warjiyo Setelah Tinggalkan Bank Indonesia
By Anisa Aulia
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
3
Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Tewas Ditembak, Polisi: Hoaks
By Rahmat Baihaqi
Tersangka yang merupakan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (kanan) dikawal menuju Rutan Cabang KPK, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
4
Terungkap! Ini Alasan John Herdman Nonton Timnas Indonesia dari Tribun saat Lawan Kamboja
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman
5

BERITA LAINNYA

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Ekonomi Bisnis

Benarkah Kopdes Merah Putih Bisa Beri Petani Rp263 Triliun Lewat Potong Distribusi?

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
3 jam lalu
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung (tengah) tiba di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau
Ekonomi Bisnis

ESDM Selidiki Hambatan Ekspor Mineral, Dugaan Terkait Logam Tanah Jarang Muncul

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah berkoordinasi dengan aparat penegak…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
4 jam lalu
Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.109 per dolar AS pada perdagangan Senin (13/7) sore, rupiah melemah 44 poin atau 0,24 persen dibandingkan dari penutupan sebelumnya di level Rp 18.065 per dolar AS imbas ketegangan geopolitik AS-Iran yang meningkat di Timur Tengah. (Sumber: Antara Foto/M Risyal Hidayat/foc)
Ekonomi Bisnis

Efek Mundurnya Perry Warjiyo Berlanjut, Rupiah dan IHSG Kompak Ditutup Melemah

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah pada…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
Ilustrasi Logam Tanah Jarang di Indonesia.
Ekonomi Bisnis

Kosong Aturan REE: KSP Tegaskan Aparat Dilarang Hambat Ekspor

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan pemerintah menerima laporan dari sejumlah pengusaha…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
7 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up