Perkembangan kasus dugaan korupsi yang menyeret eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya memasuki babak baru.
Mantan kuasa hukumnya, Elza Syarief mengatakan, salah satu alasan kuat kliennya ingin menjadi Justice Collaborator (JC) adalah karena adanya berbagai data, dan komunikasi yang disebut tersimpan di telepon genggam Sony yang kini berada dalam penguasaan penyidik.
Dalam sebuah wawancara yang disampaikan melalui kanal YouTube Owrite sebelum dirinya mundur sebagai kuasa hukum Sony, Elsa mengaku kliennya ingin membuka seluruh fakta yang diketahuinya terkait perkara yang sedang diusut aparat penegak hukum.
Menurut Elza, Sony meyakini berbagai keterangan yang telah disampaikan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dapat didukung oleh bukti-bukti yang tersimpan di perangkat elektronik miliknya.
Pokoknya ingin mengungkap semua apa yang terjadi dan data-data dia membuktikan bahwa apa yang dikatakan di dalam BAP itu benar adanya, dan semua datanya, chattingnya apa semua ada di handphonenya yang disita oleh kejaksaan,”
kata Elza Syarief yang dikutip dari podcast Owrite, Rabu, 17 Juni 2026.
Elza juga mengungkapkan, dalam dokumen pemeriksaan terdapat sejumlah nama yang disebut berkaitan dengan perkara yang sedang diusut. Namun, informasi tersebut masih menjadi bagian dari proses hukum yang belum diuji di persidangan.
Di BAP sudah ada 26 nama termasuk asosiasi dan lain-lain, jadi bukan 26 saja. Kemudian yang pertama itu justru yang kepala BGN yang sekarang. Dan sebelumnya, sebelum di BAP,”
ucapnya.
Elza menambahkan, sejumlah perkembangan dalam perkara tersebut sebenarnya telah mulai terlihat sebelum dirinya memutuskan tidak lagi mendampingi Sony Sonjaya sebagai kuasa hukum, termasuk berkailan denga Kepala BGN saat ini, Nanik S Deyang.
Iya, demikian. Dan itu juga sudah ada indikasinya pada hari Rabu malam, kita sudah baca semua di Youtube dan segera Pak Sony memberikan surat ke Ibu Nani, ucapan terima kasih itu,”
ungkapnya.
Ia menambahkan, bahwa berbagai informasi yang beredar saat itu telah menjadi perhatian banyak pihak.
Tentunya semua sudah baca ya, kita enggak tahu itu,”
tutupnya.
Elza Syarief mengundurkan diri sebagai kuasa hukum mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam kasus dugaan korupsi program MBG pada Senin, 15 Juni 2026. Keputusan tersebut diambil setelah Elza merasa dibohongi terkait komitmen awal kejujuran kliennya.
Karena pak Sony tidak jujur dan sebelum bersumpah bersih tapi info beberapa orang terutama Asep dia menerima uang dari Asep secara rutin,”
ujar mantan Kuasa Hukum Sony Sonjaya itu.


