Pengakuan mengejutkan datang dari mantan kuasa hukum Sony Sonjaya, Elza Syarief. Di tengah proses hukum yang menjerat tersangka kasus dugaan korupsi terkait Badan Gizi Nasional (BGN), Sony disebut pernah berada dalam kondisi mental yang sangat tertekan, hingga melontarkan pernyataan yang membuat tim hukumnya khawatir.
Dikatakan Elza, Sony sempat merasa tidak memiliki jalan keluar dari persoalan yang dihadapinya. Situasi itu, sambungnya, terjadi ketika pembicaraan mengenai kemungkinan membuka peran pihak-pihak lain yang diduga mengetahui perkara tersebut mulai mengemuka.
Kalau seandainya Pak Sony berani mengungkap aktor di belakang layarnya. Dia merasa, waktu itu dia sempat katakan kepada saya,”
kata Elza Syarief dikutip dari podcast Owrite, Rabu, 17 Juni 2026.
Dalam percakapan tersebut, ujar Elza, Sony sempat mengutarakan kalimat yang menunjukkan keputusasaan.
Sambil tarik nafas panjang, ya udah lah siap mati, dia bilang gitu,”
ungkap Elza.
Namun, Elza mengaku langsung berusaha menenangkan kliennya dan meminta agar tidak berpikir sejauh itu.
Saya bilang, jangan siap mati Pak. Saya bilang gitu, ucapan itu jadi doa. Kita berjuang aja, mati itu kan urusan Allah,”
ucap Elza.
Menurut Elza, dirinya berusaha meyakinkan Sony agar tetap fokus menghadapi proses hukum yang sedang berjalan dan tidak menyerah pada keadaan.
Jadi enggak usah Bapak katakan demikian, terlalu dramatis ya,”
lanjutnya.
Elza juga mengungkapkan, salah satu sumber tekanan yang dirasakan Sony berkaitan dengan terbatasnya akses komunikasi dengan tim kuasa hukum selama menjalani proses hukum.
Kita mau ketemu klien, itu hanya dibatasi satu orang. Jadi memang agak sulit. Kita sudah melakukan suatu keberatan, kenapa begini susahnya,”
ucap Elza.
Karena merasa perlu memberikan perlindungan lebih kepada kliennya, Elsa mengaku sempat berupaya mengajukan bantuan ke sejumlah lembaga negara, termasuk Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Terus kemudian kita kan ada LPSK, kita ajukan, dan kita juga akan membantu, dan terus terang dari kepolisian juga, kan balai ini mantan Polri,”
jelasnya.
Ia juga menyebut telah menyusun sejumlah surat yang ditujukan kepada pihak-pihak terkait untuk meminta perhatian terhadap kondisi yang dihadapi Sony.
Ya saya bikin surat, saya konsep surat, saya kirim ke Jampidsus dan Jaksa Agung, dan juga kepada LPSK,”
tutupnya.
Sebagaimana diketahui, Elza Syarief mengundurkan diri sebagai kuasa hukum mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam kasus dugaan korupsi program MBG pada Senin, 15 Juni 2026. Keputusan tersebut diambil setelah Elza merasa dibohongi terkait komitmen awal kejujuran kliennya.
Karena pak Sony tidak jujur dan sebelum bersumpah bersih tapi info beberapa orang terutama Asep dia menerima uang dari Asep secara rutin,”
ujar nya.


