Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 5 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Ekonom Ramal BI Bakal Tahan Suku Bunga di Level 5,5 Persen, Alasannya Begini
Ekonomi Bisnis

Ekonom Ramal BI Bakal Tahan Suku Bunga di Level 5,5 Persen, Alasannya Begini

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Juni 18, 2026 9:19 am
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ilustrasi Suku Bunga Bank Sentral. (Sumber: Unsplash/ Markus Spiske)
Ilustrasi Suku Bunga Bank Sentral. (Sumber: Unsplash/ Markus Spiske)
SHARE

Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia (BI) akan menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,5 persen, pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2026. Keputusan ini diambil karena pelemahan nilai tukar rupiah sudah mulai pulih.

Daftar isi Konten
  • Tak Buru-buru
  • Punya Ruang

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan potensi BI menaikkan suku bunga acuan sangat kecil pada RDG kali ini. Sebab, BI sudah agresif menaikkan suku bunga acuan dalam kurun waktu satu bulan sebesar 75 basis poin (bps).

Skenario dasar saya adalah BI menahan BI Rate di 5,5 persen karena BI sudah melakukan kenaikan cukup agresif sebesar 75 bps dalam waktu kurang dari satu bulan. Kenaikan 50 bps pada Mei dan 25 bps pada RDG mingguan 9 Juni sudah cukup kuat sebagai sinyal bahwa BI serius menjaga stabilitas rupiah,”

ujar Josua saat dihubungi Owrite pada Kamis, 18 Juni 2026.
Baca juga:
Rupiah Menguat di Level Rp17.969! Dolar AS Loyo, Tapi Ada… Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026. Rupiah…
Rupiah Sulit Kembali di Bawah Rp17.000, Sentimen Domestik Ini Penyebabnya Nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir bergerak di rentang Rp17.800-Rp18.100 per…
Viral Isu Tiga Bank Asing Tarik Modal Rp11,5 Triliun Keluar… Isu mengenai tiga perbankan asing besar yakni Standard Chartered, Citibank, dan HSBC…
  • Rupiah Menguat di Level Rp17.969! Dolar AS Loyo, Tapi Ada Ancaman dari…
  • Rupiah Sulit Kembali di Bawah Rp17.000, Sentimen Domestik Ini Penyebabnya
  • Viral Isu Tiga Bank Asing Tarik Modal Rp11,5 Triliun Keluar RI, Ekonomi…

Tak Buru-buru

Josua menjelaskan, alasan BI tak akan buru-buru menaikkan suku bunga acuan lantaran rupiah yang sudah mulai pulih. Hal ini karena tujuan kenaikan BI Rate sebelumnya untuk menahan pelemahan rupiah yang lebih dalam.

Tujuan utama kenaikan sebelumnya adalah menahan pelemahan rupiah, menarik kembali dana asing, dan menjaga ekspektasi inflasi. Jika rupiah sudah bergerak lebih stabil, harga minyak turun, dan aliran dana asing mulai masuk kembali ke instrumen rupiah, maka urgensi kenaikan lanjutan berkurang,”

katanya.

Maka dari itu, dengan kondisi saat ini BI diperkirakan akan lebih memilih menunggu dampak kenaikan sebelumnya bekerja terlebih dahulu. Namun, keputusan tersebut tetap sangat bergantung pada arah The Fed dan dolar AS. 

Gedung Bank Indonesia.
Gedung Bank Indonesia. (Sumber: Dok. BI)

Adapun jika the Fed memberi sinyal suku bunga Amerika Serikat masih akan tinggi lebih lama atau bahkan membuka peluang kenaikan kembali, maka tekanan ke rupiah bisa kembali meningkat. Dalam skenario tersebut, BI tetap dapat mempertahankan sikap tegas meskipun tidak harus langsung menaikkan suku bunga

BI masih bisa menggunakan instrumen lain seperti SRBI, intervensi valas yang terukur, penguatan imbal hasil instrumen moneter, dan insentif lindung nilai untuk menjaga daya tarik aset rupiah,”

terangnya.

Punya Ruang

Sementara itu Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky juga memperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan di level 5,5 persen.

Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga secara kumulatif sebesar 75 basis poin. Menurut pandangan kami, ini merefleksikan pengetatan moneter yang cukup signifikan dan kami memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga kebijakan pada rapat di bulan Juni,”

ujar Riefky.

Ia menilai, meski rupiah berada di bawah tekanan namun inflasi tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia. Sehingga mengurangi urgensi untuk kenaikan suku bunga tambahan. 

Bank Indonesia juga berpotensi memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga apabila aktivitas ekonomi menunjukkan tanda-tanda perlambatan di masa depan. 

Namun demikian, ruang untuk pemangkasan suku bunga kemungkinan akan tetap terbatas selama rupiah masih mengalami tekanan,”

imbuhnya.
Baca juga:
Rupiah Ditutup Loyo ke Rp18.027 per Dolar AS, IHSG Justru… Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup berlawanan arah…
Ramai Isu BI Masuk Kabinet, Purbaya: Kurang Baik Mengubah Sistem Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait independensi Bank Indonesia (BI),…
Beda Arah Diawal Pekan! Rupiah Menguat Rp17.997 per Dolar AS,… Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tak sejalan…
  • Rupiah Ditutup Loyo ke Rp18.027 per Dolar AS, IHSG Justru Terbang 1,37…
  • Ramai Isu BI Masuk Kabinet, Purbaya: Kurang Baik Mengubah Sistem
  • Beda Arah Diawal Pekan! Rupiah Menguat Rp17.997 per Dolar AS, IHSG Loyo…
Tag:Bank IndonesiaBI rateJosua PardedeRDG BIRupiahSuku Bunga
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Kenapa Makin Banyak Nyamuk di Musim Kemarau? Ini Penjelasan Ilmiahnya 
By Ani Ratnasari
Nyamuk saat musin panas
1
Narasi Tim Jokowi soal Gelar Raja di NTT Berubah-ubah, Kredibilitas Politik Terancam
By Rahmat Tunny
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT.
2
Viral Isu Tiga Bank Asing Tarik Modal Rp11,5 Triliun Keluar RI, Ekonomi Domestik Masalah?
By Anisa Aulia
Ilustrasi uang rupiah.
3
Cara Menghitung Weton Jodoh Menurut Primbon Jawa, Begini Rumus dan Arti Hasilnya
By Ani Ratnasari
Ilustrasi menghitung weton
4
Elektabilitas Prabowo Merosot, Berbeda dengan SBY dan Jokowi yang Justru Menguat di Awal Kuasa
By Ani Ratnasari
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi rantai energi biodiesel berkelanjutan.
Ekonomi Bisnis

Kementerian ESDM Ungkap Alasan HIP Biodiesel Juli 2026 Tembus Rp14.562 per Liter

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap alasan di balik penetapan…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
31 menit lalu
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Ekonomi Bisnis

BPS Beberkan ‘Mesin’ Utama Ekonomi RI Kuartal II-2026 Tumbuh 5,29 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh sebesar…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
1 jam lalu
Ilustrasi pembagian nikel dan batu bara.
Ekonomi Bisnis

Revisi RKAB 2026: Indef Ingatkan Pemerintah Tak Sekadar Pembagian Kuota Nikel dan Batu Bara

Indef Green Transition Initiative (GTI) mengingatkan pemerintah agar revisi Rencana Kerja dan…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
2 jam lalu
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik M. Edy Mahmud dalam konferensi pers di kantornya, 5 Agustus 2026.
Ekonomi Bisnis

BPS: Laju Ekonomi RI Kuartal II-2026 Melambat ke 5,29 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up