Peran Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad belakangan dinilai semakin menonjol dalam sejumlah isu strategis nasional.
Namun, peningkatan peran tersebut justru menuai sorotan dari pengamat politik, Fernando Emas, yang menilai ada batas kewenangan yang mulai kabur.
Fernando menyatakan menguatnya peran Dasco tidak lepas dari posisinya sebagai elite Partai Gerindra yang menjadi partai utama pendukung pemerintah.
“Sangat berperannya Sufmi Dasco Ahmad belakang ini selaku wakil ketua DPR, tidak terlepas dari peran Partai Gerindra yang menaunginya sebagai partai utama pendukung pemerintah,”
kata Fernando kepada Owrite, Jumat, 19 Juni 2026.
Ia berpendapat posisi ganda Dasco dalam legislatif dan partai, membuatnya memiliki pengaruh besar dalam agenda politik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Fernando juga menyoroti meningkatnya spekulasi politik terkait persaingan internal di lingkar kekuasaan.
“Semakin menonjolnya peran Dasco memperkuat spekulasi yang berkembang terkait persaingan antara Dasco dengan Sjafrie Sjamsuddin untuk mendapatkan kepercayaan Prabowo,”
ujar dia.
Jangan Tamak
Di sisi lain, Fernando mengingatkan agar Dasco tidak melampaui batas kewenangan sebagai pimpinan parlemen, khususnya dalam bidang politik dan keamanan yang menjadi ruang kerjanya.
Ia menyinggung beberapa langkah Dasco yang dinilai sudah masuk ke ranah ekonomi, termasuk saat mendatangi Bursa Efek Indonesia ketika pasar mengalami tekanan, serta memimpin koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan dan jajaran direksi Bursa Efek Indonesia.
“Berulangkali Dasco melampaui bidang politik dan keamanan yang menjadi tanggung jawabnya. Seperti beberapa kali ikut ‘cawe-cawe’ bidang ekonomi dengan mendatangi Bursa Efek Indonesia ketika pasar saham mengalami tekanan, gejolak, dan fluktuasi,”
kata Fernando.
“Seharusnya Dasco sadar diri terkait posisinya yang hanya Wakil Ketua DPR membidangi politik dan keamanan,”
lanjut dia.
Fernando juga mengingatkan potensi dampak politik jika situasi ini terus berlanjut, termasuk munculnya persepsi “matahari kembar” di internal pimpinan DPR yang dinilai dapat menggerus wibawa institusi.
“Walaupun Dasco merupakan representasi Partai Gerindra, namun jangan mengangkangi Ketua DPR Puan Maharani. Akan sangat mungkin terjadi semakin buruk citra DPR akibat Dasco terlalu overacting,”
terang Fernando.
Jika tidak dibatasi, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesan bahwa ada figur pimpinan DPR yang lebih dominan dibandingkan ketua lembaga secara formal.


























