Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax akan turun dalam waktu dekat. Bahkan, diperkirakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan turun di bawah 2,9 persen pada semester II-2026.
Purbaya mengatakan, optimisme ini muncul karena meredanya konflik di Timur Tengah, yang menyebabkan harga minyak dunia berangsur-angsur turun.
Saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun. Sehingga pondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat,”
ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama DPD RI Senin, 22 Juni 2026.
Purbaya mengakui, Indonesia mengalami tekanan berat imbas naiknya tensi geopolitik di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut memaksa Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi.
Salah satu tekanan yang kita alami adalah ketika harga minyak dunia naik, kita (pemerintah) terpaksa menaikkan sebagian harga BBM yang tidak bersubsidi. Walaupun yang bersubsidi kita pertahankan, tapi itu kan sudah menimbulkan kegaduhan,”
katanya.


Lewati Ujian
Purbaya mengklaim, saat ini Indonesia sudah melewati ujian tersebut. Sehingga saat ini fokus pemerintah adalah memperbaiki pondasi ekonomi.
Kalau dari data yang kita lihat sekarang sepertinya kita sudah melewati masa ujian itu, ke depan tinggal memperbaiki pondasi yang sudah ada, supaya dengan perbaikan yang ada kita bisa tumbuh lebih optimal,”
katanya.
Purbaya meyakini, ekonomi Indonesia pada semester II-2026 akan membaik, seiring dengan meredanya konflik dan turunnya harga minyak dunia.
Saya harap ke depan dengan prospek membaiknya kondisi di perang Iran dan harga minyak yang lebih rendah, harusnya kita akan lebih baik di paruh kedua tahun ini, mudah-mudahan hal ini terjadi terus,”
terangnya.
Defisit Terkendali
Di samping itu, Purbaya meyakini dengan turunnya harga minyak dunia defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa ditekan di bawah 3 persen.
Saya yakin kalau harga minyaknya turun ke bawah ke level yang sebelumnya, di paruh kedua tahun ini, defisit kita akan bisa turun ke bawah 2,9 persen,”
imbuhnya.
Adapun untuk perdagangan hari ini, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Agustus naik pada awal perdagangan di Asia, kemudian turun 0,38 persen menjadi US$80,26 per barel.
Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak pengiriman Juli memangkas kenaikan 3 persen, dan diperdagangkan sekitar 1 persen lebih tinggi di level US$77,52 per barel.














![Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].](https://www.owrite.id/wp-content/uploads/2026/06/Mahasiswa-temui-Wapres-Gibran-di-Istana-Wapres_Owrite-300x169.webp)









