Pernyataan Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi, yang meminta publik memahami kompleksitas tugas para pejabat pemerintah menuai respons tajam.
Salah satunya datang dari politisi Andi Sinulingga, yang menyoroti penampilan Hasan Nasbi dalam sebuah dialog publik bersama mahasiswa.
Menurutnya, jabatan sebagai penasihat komunikasi presiden semestinya menunjukkan kapasitas argumentasi yang kuat ketika berhadapan dengan kritik publik, termasuk dari kalangan mahasiswa. Ia menyindir curahan hati Hasan Nasbi yang meminta masyarakat memahami beratnya tugas pemerintah.
Curhat stafsus bidang komunikasi Presiden RI tentang betapa kompleks dan rumitnya jadi pejabat pemerintahan, karena itu publik seharusnya bisa memahami,”
tulis Andi Sinulingga dalam unggahannya di X yang dikutip, Rabu, 24 Juni 2026.
Andi kemudian menyindir narasi yang meminta masyarakat tidak terlalu banyak mengkritik pemerintah dengan alasan para pejabat sedang bekerja.
Pahamilah para pejabat-pejabat pemerintah kita yang lagi bekerja. Tolong jangan bikin gaduh yang bisa ganggu konsentrasi mereka bekerja,”
ujarnya.
Namun menurut politisi Partai Golkar itu, persoalan yang menjadi sorotan publik bukanlah soal berat atau ringannya tugas pejabat negara, melainkan kemampuan mereka dalam menjelaskan dan mempertahankan kebijakan pemerintah di ruang publik.
Ia bahkan menilai dialog Hasan Nasbi dengan mahasiswa seharusnya menjadi forum yang relatif mudah bagi seorang pejabat dengan pengalaman panjang di bidang komunikasi politik.
Sebenarnya tidak seimbang dialog dengan mahasiswa yang usianya sama dengan usia anak-anak kita, yang pengalaman dan jam terbang dialektikanya jauh di bawah kita-kita,”
tulisnya di tweet yang berbeda.
Karena itu, Andi mengaku heran ketika pejabat setingkat penasihat presiden justru terlihat kesulitan menghadapi argumentasi mahasiswa yang masih berada pada tahap awal dalam dunia intelektual dan politik.
Dialog stafsus presiden itu harusnya dengan para ahli berpengalaman, bukan mahasiswa. Tapi begitupun, lihat aja sendiri,”
sindirnya.
Pernyataan Andi menambah panjang kritik terhadap cara pemerintah merespons gelombang kritik publik yang terus menguat dalam beberapa bulan terakhir.
























