Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Pemerintah Seharusnya Berterima Kasih kepada Kabinet Bayangan, Bukan Curiga

kabinet bayangan bukan dibentuk untuk merebut kekuasaan, melainkan menjadi ruang evaluasi kebijakan sekaligus pemberi masukan.

#KelasTambahan 5 | Apa Itu Kabinet Bayangan? Ancaman Demokrasi atau Justru Penyeimbang Pemerintah?

Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menegaskan, kemunculan kabinet bayangan tidak perlu dipandang sebagai ancaman terhadap pemerintahan yang sah. 

Kabinet bayangan bukan dibentuk untuk merebut kekuasaan, melainkan menjadi ruang evaluasi kebijakan sekaligus pemberi masukan konstruktif bagi pemerintah.

Karena itu, kabinet bayangan bukan kabinet tandingan untuk merebut kekuasaan,”

kata Jamiluddin Saat dihubungi Owrite, Jumat, 8 Agustus 2026.

Ditegaskannya, kabinet bayangan memiliki fungsi yang berbeda dengan kabinet resmi pemerintah. Keberadaannya lebih diarahkan untuk melakukan kajian, riset, dan memberikan alternatif kebijakan kepada pemerintah.

Iklan

Kabinet bayangan diposisikan sebagai wadah riset, evaluasi kebijakan, serta memberi masukan konstruktif ke kabinet yang sah,”

jelasnya.

Dalam negara demokrasi, sambung Jamiluddin, keberadaan kelompok masyarakat sipil yang memberikan kritik dan solusi merupakan bagian dari mekanisme checks and balances. 

Karena itu, kabinet bayangan dapat menjadi mitra kritis yang membantu pemerintah memperbaiki kualitas kebijakan publik.

Kehadiran kabinet bayangan seharusnya dapat berkontribusi dalam memberi masukan ke kabinet yang sah. Kabinet bayangan dapat menjadi mitra kritis dan pengawas kebijakan yang konstruktif,”

ucapnya.

Ia menilai, pemerintah tidak perlu merasa terancam dengan hadirnya kabinet bayangan. Sebaliknya, pemerintah justru dapat memanfaatkan berbagai masukan yang diberikan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan.

Karena itu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan kehadiran kabinet bayangan. Kabinet yang sah seharusnya berterima kasih atas kehadiran kabinet bayangan,”

ungkapnya.

Jamiluddin menambahkan, kabinet bayangan dibentuk atas kesadaran kelompok masyarakat sipil untuk menjaga agar pemerintahan tetap berjalan sesuai prinsip demokrasi. 

Menurutnya, fungsi pengawasan yang dilakukan bertujuan memastikan pemerintah tetap akuntabel dan transparan.

Mereka dengan kesadaran sendiri untuk menjadi penyeimbang dan menjaga mekanisme checks and balances agar pemerintah tetap akuntabel dan transparan,”

pungkasnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal