Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak menguat pada penutupan perdagangan Kamis, 25 Juni 2026. Rupiah menguat 0,05 persen ke Rp17.943 per dolar Amerika Serikat (AS), dan IHSG menguat 1,96 persen ke level 5.999.
Nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp13,6 triliun dengan melibatkan 22,5 miliar saham dalam 1,7 juta kali transaksi. Sebanyak 537 saham naik, 141 tidak bergerak, dan 141 turun.
Saham Kinclong


Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer yakni:
- PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) menguat 33,96 persen ke Rp71,
- PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) menguat 24,38 persen ke Rp1.635, dan
- PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) menguat 24,38 persen ke Rp3.010.
Untuk saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser yakni:
- PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) melemah 9,78 persen ke Rp4.060,
- PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) anjlok 9,44 persen ke Rp326, dan
- PT Pratama Widya Tbk (PTPW) naik 7,28 persen ke Rp1.400.
Penyebab Rupiah Melemah
Sementara itu, Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan penguatan ini salah satunya didorong oleh lalu lintas di Selat Hormuz yang mulai pulih. Sehingga meredakan kekhawatiran pasokan yang membuat harga minyak mentah dunia terus merosot tajam pekan ini.
Oman membuka rute sementara untuk mempermudah keberangkatan kapal tanker dari Selat Hormuz, dengan Organisasi Maritim Internasional dan otoritas Oman mengkoordinasikan pergerakan tersebut,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Kamis, 25 Juni 2026.
Namun, penurunan harga minyak ini belum meredam ekspektasi pasar terhadap kebijakan ketat Federal Reserve (Fed). Fokus pasar hari ini kepada rilis ukuran inflasi pilihan Fed.
Fokus pasar hari ini adalah rilis ukuran inflasi pilihan Fed, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE), angka Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal pertama tahun 2026 dan klaim pengangguran mingguan,”
katanya.























