Analis Kebijakan Publik Faisal Sallatalohy mengatakan, pemerintah tidak konsisten menjalankan regulasi penyesuaian harga BBM. Ketika harga minyak dunia turun, pemerintah justru tidak segera menurunkan harga BBM di dalam negeri.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari tekanan keuangan yang dialami Pertamina. Ia menduga pemerintah memilih mempertahankan harga BBM untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan pelat merah tersebut, dan tidak menjalankan mekanisme yang telah diatur dalam regulasi.
Pemerintah selalu inkonsisten dan inkonstitusional. Regulasinya ada dan jelas tertulis. Harga global turun, harga lokal juga harus turun,”
kata Faisal Sallatalohy saat dihubungi Owrite, Jumat, 26 Juni 2026.
Faisal menjelaskan, aturan mengenai penyesuaian harga BBM sudah tersedia sehingga pemerintah seharusnya menjalankan ketentuan tersebut secara konsisten, baik ketika harga minyak dunia naik maupun saat mengalami penurunan.
Namun, menurutnya, realitas di lapangan menunjukkan pemerintah memilih tidak menyesuaikan harga BBM domestik meski harga minyak dunia telah bergerak turun.
Kondisi keuangan Pertamina yang tertekan dan keterbatasan kemampuan fiskal akibat salah tata kelola dan korup tidak bisa menolong kondisi Pertamina,”
ucapnya.
Faisal berpandangan, kondisi tersebut kemudian mendorong pemerintah mengambil kebijakan yang menurutnya bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.
Ini membuat pemerintah dan Pertamina harus bertindak melanggar hukum, tidak menyesuaikan penurunan harga domestik,”
tegasnya.
Lebih lanjut, Faisal menduga pemerintah memanfaatkan momentum turunnya harga minyak dunia untuk memperbaiki kondisi keuangan Pertamina yang disebutnya mengalami tekanan.
Sebaliknya justru memanfaatkan momen penurunan harga dunia untuk memperbaiki kondisi keuangan Pertamina yang rusak,”
tutupnya.





















