Cuaca panas sering membuat banyak orang memilih minuman dingin atau es untuk menyegarkan tubuh. Tak sedikit pula yang khawatir kebiasaan ini bisa membuat berat badan naik. Anggapan bahwa sering minum es dapat menyebabkan kegemukan pun masih cukup sering dipercaya di masyarakat.
Lantas, benarkah sering minum es saat musim panas bisa bikin gemuk? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apakah Air Es Mengandung Kalori?
Dari laman Halodoc, penambahan berat badan terjadi ketika kalori yang dikonsumsi lebih banyak daripada yang dibakar tubuh (surplus kalori). Air mineral, baik bersuhu ruang maupun diberi es, tidak mengandung kalori karena tidak memiliki karbohidrat, lemak, maupun protein sebagai sumber energi.
Mengubah suhu air menjadi dingin juga tidak mengubah kandungan gizinya atau membuatnya mengandung kalori. Karena itu, air es tidak secara langsung menyebabkan kegemukan.
Anggapan bahwa minuman dingin bikin gemuk umumnya berasal dari jenis minuman yang dikonsumsi, seperti es teh manis, es sirup. Bukan karena suhu dinginnya.
Air Es Tidak Menjadi Lemak
Saat minum air es, tubuh perlu menyesuaikan suhu minuman tersebut agar sesuai dengan suhu inti tubuh yang berkisar 36,5–37,5 derajat Celsius. Proses ini membutuhkan energi sehingga tubuh membakar sedikit kalori untuk menghangatkan air yang masuk ke sistem pencernaan.
Mekanisme ini dikenal sebagai termogenesis. Meski jumlah kalori yang terbakar relatif kecil, sekitar 5–10 kalori per gelas, hal ini menunjukkan bahwa air es tidak menyebabkan penumpukan lemak. Karena itu, anggapan bahwa air es memperlambat metabolisme tidak didukung oleh bukti ilmiah.
Lemak Tidak Membeku karena Air Es
Anggapan bahwa air es membuat lemak makanan membeku di dalam perut juga tidak benar. Setelah diminum, air es akan segera menyesuaikan dengan suhu tubuh dan bercampur dengan asam lambung. Lemak yang masuk ke saluran pencernaan tetap diolah oleh enzim lipase dan empedu dalam kondisi hangat.
Pembekuan lemak hanya dapat terjadi pada suhu yang sangat rendah di luar tubuh. Sementara itu, suhu tubuh manusia yang berkisar 37 derajat Celsius menjaga lemak tetap dalam bentuk yang dapat diproses.
Jika setelah minum air dingin terasa begah atau perut tampak buncit, kondisi tersebut umumnya disebabkan oleh kembung atau makan berlebihan, bukan karena lemak membeku di dalam tubuh.
Penelitian tentang Air Es dan Metabolisme
Dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, yang menemukan bahwa mengonsumsi sekitar 500 ml air dapat meningkatkan laju metabolisme hingga sekitar 30 persen. Pada peserta yang minum air dingin, sekitar 40 persen dari peningkatan metabolisme tersebut berasal dari energi yang digunakan tubuh untuk menghangatkan air hingga mencapai suhu tubuh.
Temuan ini menunjukkan bahwa air es tidak menghambat penurunan berat badan, bahkan memberikan kontribusi kecil terhadap pengeluaran kalori, meski efeknya tidak cukup besar untuk dijadikan metode utama menurunkan berat badan.
Perlu diingat, manfaat tersebut hanya berlaku untuk air putih dingin tanpa tambahan pemanis atau bahan lain. Jadi, anggapan bahwa sering minum air es saat musim panas bisa membuat gemuk merupakan mitos.























