Perbedaan hasil diagnosis penyakit usus buntu yang dialami selebgram Fahira Almira saat menjalani pemeriksaan di Indonesia dan Penang, Malaysia, belakangan menjadi sorotan.
Fahira mengaku sebelumnya mendapat diagnosis radang usus buntu setelah diperiksa di sejumlah rumah sakit di Indonesia.
Namun, saat mencari pemeriksaan lanjutan di Penang, hasil yang diterimanya berbeda dan ia tidak menjalani operasi usus buntu. Pengalaman ini memicu perdebatan di media sosial.
Tapi terlepas dari polemik tersebut, Penang memang dikenal sebagai salah satu tujuan medical tourism bagi pasien dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Lantas, seperti apa sebenarnya fasilitas dan layanan kesehatan yang ditawarkan Penang hingga menjadi salah satu pilihan masyarakat Indonesia?
Medical Tourism
Melansir dari laman Malaysia Health Care (13 Agustus 2022), medical tourism atau wisata medis merupakan aktivitas bepergian ke negara lain untuk mendapatkan layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan, perawatan, hingga prosedur medis tertentu.
Fenomena ini berkembang karena pasien mempertimbangkan biaya, kualitas layanan, akses terhadap teknologi, serta kenyamanan selama menjalani pengobatan.
Kenapa di Penang Malaysia?
Malaysia menjadi salah satu negara tujuan utama pasien Indonesia untuk berobat. Penang termasuk kota yang banyak dipilih karena lokasinya relatif dekat dengan Indonesia, biaya perawatan dianggap kompetitif, serta memiliki sejumlah fasilitas kesehatan yang melayani pasien internasional.
Fasilitas menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih destinasi medical tourism. Rumah sakit yang menyasar pasien internasional umumnya memiliki teknologi medis modern, tenaga medis dengan kredensial yang diakui, serta akreditasi tertentu.
Selain layanan medis, pasien juga dapat memperoleh fasilitas pendukung seperti rekam medis digital, layanan pasien internasional, penjemputan dari bandara, hingga bantuan akomodasi selama menjalani perawatan.
Sekaligus Berwisata
Konsep medical tourism tidak hanya menawarkan layanan kesehatan. Pasien dan pendamping juga dapat memanfaatkan waktu di luar rumah sakit untuk menikmati wisata, budaya, dan kuliner di negara tujuan.
Di Penang, pengalaman berobat dapat dipadukan dengan aktivitas wisata sehingga perjalanan tidak sepenuhnya berfokus pada proses medis.
Pilih Medical Tourism
1. Pilihan Perawatan Beragam
Medical tourism memberikan pasien lebih banyak pilihan layanan kesehatan. Mulai dari perawatan penyakit tertentu, kecantikan, hingga prosedur yang mungkin belum tersedia atau sulit diakses di dalam negeri.
2. Biaya Lebih Kompetitif
Di sejumlah negara seperti Malaysia, biaya perawatan tertentu dapat lebih terjangkau dibandingkan di Indonesia, termasuk setelah memperhitungkan biaya perjalanan dan akomodasi.
3. Akses Berkualitas
Salah satu alasan masyarakat memilih medical tourism adalah untuk mendapatkan layanan kesehatan yang dianggap berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Dan menawarkan pemeriksaan lanjutan hingga perawatan dengan standar internasional.
4. Memilih Sesuai Kebutuhan
Pasien memiliki kebebasan menentukan negara tujuan berdasarkan kebutuhan medis, biaya, jarak, maupun fasilitas yang tersedia. Malaysia menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat Indonesia karena lokasinya relatif dekat.
Pengalaman Fahira Almira menjadi salah satu contoh bagaimana perbedaan hasil pemeriksaan dapat memicu perbincangan mengenai layanan kesehatan di dalam dan luar negeri.
Namun, keputusan seseorang untuk menjalani medical tourism tidak selalu didasarkan pada satu faktor saja.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan terus berkembang dan menjadi tantangan bagi industri kesehatan untuk memberikan pelayanan yang semakin berkualitas dan terpercaya.

















