Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Iran ingin minta pertemuan dengan AS. Menurut Trump, delegasi AS dan Iran bakal bertemu di Doha, Qatar.
Iran meminta pertemuan. Pertemuan akan berlangsung besok di Doha,”
kata Trump, dikutip dari Middle East Monitor, Selasa, 30 Juni 2026.
Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan tak ada pembicaraan teknis dengan AS yang dijadwalkan pekan ini di Doha.
Meski demikian, Gharibabadi menekankan bahwa konsultasi dengan para mediator terus berlanjut.
Dari laporan media internasional seperti Axios, AS dan Iran ingin menyelesaikan perbedaan mereka mengenai Selat Hormuz. Jalur vital itu jadi perhatian dunia internasional yang ditutup Teheran setelah AS dan Israel melancarkan serangan pada akhir Februari.
Utusan AS lakukan perjalanan ke Qatar
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan utusan Trump Steve Witkoff dan Jared Kushner akan terbang ke Doha untuk pertemuan tersebut. Steve dan Jared terbang ke Doha untuk membahas nota kesepakatan AS-Iran.
Diskusi tingkat tinggi tersebut diperkirakan akan berlangsung di sela-sela negosiasi di tingkat teknis.
Sejauh yang kami ketahui, kami telah memenuhi bagian kami dalam gencatan senjata,”
ujar Leavitt.
Dia mengklaim meski Trump berkomitmen pada proses perdamaian, Washington tetap mempertahankan hak untuk menggunakan kekuatan militer.
Kekerasan akan dibalas dengan kekerasan,”
jelas Leavitt.
Leavitt menyampaikan harapan akan adanya kesepakatan definitif. Dia mengatakan bahwa Trump hanya akan menandatangani kesepakatan jika nota dokumen itu memprioritaskan kepentingan negara.
Pertemuan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kembali antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz. Hal itu menyusul memorandum Islamabad dan pembicaraan teknis selanjutnya di Swiss untuk mengakhiri perang Iran.

























