Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kecewa terhadap manuver Israel terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon. Trump menyindir Israel gagal mengalahkan kelompok Lebanon itu secara telak.
Menurutnya, Israel terlalu bergantung pada taktik militer yang merusak. Saat bicara kepada Fox News, Trump menyinggung Israel yang juga belum mampu menyingkirkan Hizbullah.
Saya kecewa Israel tidak mampu menyingkirkan Hizbullah,”
kata Trump, dikutip dari Middle East Monitor, Senin, 22 Juni 2026.
Trump juga mengkritik pendekatan militer Israel di Lebanon, Ia menyindir cara Israel yang dianggap tak bisa berbuat apa-apa dan hanya merobohkan bangunan.
Presiden AS itu pun menyatakan bahwa kepemimpinan Suriah bisa lebih efektif dalam menangani kelompok Lebanon tersebut.
Saya hampir memberikan (misi) ini kepada Suriah,”
ujar Trump.
Meski demikian, Trump tak menjelaskan lebih lanjut tentang peran apa yang dapat dimainkan Suriah.
Sebagai informasi, komentar Trump muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon. Operasi militer Israel sejauh ini masih menargetkan posisi Hizbullah.
Israel sebelumnya menuai cibiran karena masih melakukan agresi ke Lebanon setelah beberapa jam sepakat gencatan senjata dengan Hizbullah. Kesepakatan gencatan itu dilakukan sebagai rangkaian proses perdamaian Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Salah satu poin dalam kesepakatan damai AS-Iran itu bisa jaga komitmen saling menghargai termasuk sekutu untuk tak memulai perang. Dalam konflik ini, kelompok Hizbullah merupakan sekutu dari Iran. Sebaliknya, Israel adalah sekutu loyal dari AS.
Namun, faktanya Israel kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata. Militer Israel menggempur Lebanon, beberapa hari lalu yang menewaskan puluhan warga sipil.























