Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 30 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Prabowo Subianto
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Pemerintah Guyur Perbankan Rp100 T Lagi, Ekonom: Bukan Karena Bank Sedang Krisis
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Guyur Perbankan Rp100 T Lagi, Ekonom: Bukan Karena Bank Sedang Krisis

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Juni 30, 2026 7:57 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
4 jam lalu
Share
Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede. (Sumber: Owrite)
Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede. (Sumber: Owrite)
SHARE

Pemerintah akan kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke sejumlah perbankan, setelah sebelumnya sempat ditarik ke Bank Indonesia (BI). Bahkan, pemerintah berencana menambah dana penempatan sebesar Rp100 triliun.

Daftar isi Konten
  • Bisa Berbahaya
  • Efek Positif
  • Risikonya

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai kebijakan pemerintah tersebut merupakan langkah penyeimbang. Hal ini karena pemerintah dan BI sedang menjaga stabilitas rupiah melalui suku bunga tinggi dan operasi moneter yang lebih ketat.

Sedangkan di lain sisi, pengetatan mulai terasa di perbankan melalui naiknya kebutuhan likuiditas, persaingan dana, dan biaya penghimpunan dana. 

Langkah pemerintah yang sempat menarik dana penempatan di perbankan lalu mengembalikan bahkan menambah lagi sekitar Rp100 triliun perlu dibaca sebagai kebijakan penyeimbang,”

ujar Josua saat dihubungi Owrite Selasa, 30 Juni 2026.
Baca juga:
BRI Pastikan Tambahan SAL Rp100 Triliun Tak Dibagi Sembarangan, UMKM… PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk buka suara terkait rencana tambahan dana…
BI Ungkap Investor Asing Kini Mulai Masuk ke RI Capai… Bank Indonesia (BI) mengungkapkan modal asing kini sudah mulai masuk ke Indonesia.…
Beda dengan Purbaya, Wamenkeu Sebut Dana Penempatan Perbankan Akan Capai… Dana penempatan pemerintah di perbankan yang ditarik ke Bank Indonesia (BI) ternyata…
  • BRI Pastikan Tambahan SAL Rp100 Triliun Tak Dibagi Sembarangan, UMKM Jadi Prioritas
  • BI Ungkap Investor Asing Kini Mulai Masuk ke RI Capai Rp9 Miliar…
  • Beda dengan Purbaya, Wamenkeu Sebut Dana Penempatan Perbankan Akan Capai Rp381 T

Maka dari itu, Josua memandang bahwa pengembalian dana tersebut bukan semata tanda bank kekurangan likuiditas secara sistemik, tetapi lebih merupakan upaya mencegah pengetatan likuiditas.

Pengembalian dana tersebut bukan semata tanda bank kekurangan likuiditas secara sistemik, tetapi lebih merupakan upaya mencegah pengetatan likuiditas yang terlalu cepat setelah dana pemerintah sempat ditarik dari bank,”

katanya.

Josua menjelaskan, indikator agregat memang masih menunjukkan perbankan cukup kuat. Data menunjukkan hingga April 2026 Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 11,39 persen, kredit tumbuh 9,98 persen, AL/NCD 111,13 persen, dan AL/DPK 25,39 persen atau jauh di atas batas minimum. 

Namun, angka rata-rata industri tidak selalu menggambarkan kondisi setiap bank. Sebab, tekanan sering muncul pada distribusi likuiditas antarbank, komposisi dana murah, konsentrasi deposan besar, serta kebutuhan pendanaan bank yang kreditnya tumbuh lebih cepat. 

Karena itu, walaupun industri terlihat aman, sebagian bank tetap bisa merasakan likuiditas lebih ketat,”

terangnya.

Bisa Berbahaya

Menurut Josua, alasan pemerintah mengembalikan dan menambah dana penempatan untuk menjaga agar fungsi intermediasi perbankan tidak terganggu. 

Ia menilai, pengalaman sebelumnya menunjukkan penempatan kas negara di perbankan sebesar Rp200 triliun pada September 2025 ikut mendorong likuiditas, menurunkan biaya dana, menurunkan suku bunga pasar uang, mengurangi deposito dengan bunga khusus, dan mendukung kredit yang tumbuh 9,6 persen pada Desember 2025. 

Artinya, kebijakan ini pernah terbukti menjadi bantalan likuiditas saat transmisi suku bunga belum sepenuhnya mendukung sektor riil,”

katanya.

Josua enggan menyimpulkan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa bank sudah ketergantungan pada dana pemerintah. Menurutnya, langkah ini dibaca sebagai bank mulai terbiasa menggunakan dana pemerintah sebagai penyangga likuiditas murah.

Yang lebih tepat, sebagian bank mulai terbiasa menggunakan dana pemerintah sebagai penyangga likuiditas murah ketika pasar dana makin kompetitif. Ini masih wajar sebagai kebijakan sementara,”

ujarnya.

Meski dianggap wajar, Josua mengatakan kebijakan ini akan berisiko bila bank mulai menyusun ekspansi kredit dengan asumsi dana pemerintah akan terus ada. 

Jika itu terjadi, bank dapat kehilangan disiplin dalam membangun dana murah sendiri dari tabungan, giro, rekening gaji, transaksi korporasi, dan layanan digital,”

jelasnya.
Ilustrasi uang rupiah.
Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)

Efek Positif

Di samping itu, Josua mengatakan penempatan kembali dana SAL dapat membuat likuiditas lebih kondusif, terutama bagi Himbara. Karena Bank penerima dana punya ruang lebih besar untuk menahan kenaikan bunga deposito, menjaga kecukupan kas, dan tidak terlalu agresif berebut deposan besar. 

Ini penting karena laporan LPS menunjukkan penyesuaian bunga simpanan masih berbeda antar bank dan kompetisi pendanaan, khususnya pada deposan besar, masih berpotensi menahan penurunan biaya dana dalam jangka pendek,”

terangnya.

Kemudian dampak ke kredit juga bisa positif, namun tidak otomatis. Josua menuturkan tambahan dana pemerintah dapat membantu bank menjaga kredit modal kerja, investasi, perumahan, dan sektor prioritas. 

Namun bank tetap akan melihat permintaan kredit, risiko debitur, kualitas jaminan, dan prospek usaha. Sebab, dalam kondisi BI Rate naik ke 5,75 persen, bank tetap cenderung selektif. 

Risikonya

Josua menjelaskan, risiko kebijakannya ada dua pertama risiko ketergantungan. Karena jika dana SAL sering ditarik lalu dikembalikan lagi, bank bisa kesulitan membuat perencanaan likuiditas jangka panjang. 

Kedua, risiko persaingan tidak seimbang. Bila dana hanya terkonsentrasi di Himbara, bank penerima mendapat keuntungan biaya dana, sementara bank lain tetap harus bersaing lebih mahal di pasar deposito. 

Ini bisa memperlebar perbedaan biaya dana antar bank dan membuat tekanan likuiditas bergeser ke bank non-penerima,”

katanya.

Josua menilai, pengembalian dan tambahan dana SAL dilakukan untuk menjaga stabilitas likuiditas, bukan tanda perbankan sedang krisis.

Pengembalian dan tambahan dana SAL adalah langkah yang dapat dipahami sebagai kebijakan stabilisasi likuiditas, bukan tanda perbankan sedang krisis. Kebijakan ini berguna untuk meredam kenaikan biaya dana, menjaga kredit tetap berjalan, dan menahan dampak pengetatan BI-Rate ke sektor riil,”

terangnya.

Selain itu, bank tetap harus memperkuat dana murah, memperpanjang sumber pendanaan, dan lebih disiplin mengelola jatuh tempo dana. Pemerintah, BI, dan OJK juga perlu memastikan jadwal penempatan dan penarikan lebih jelas, agar kebijakan SAL tidak menciptakan kejutan likuiditas baru.

Baca juga:
Purbaya Ungkap Sempat Mau Dimarahi Bos Himbara, Lho Kenapa? Sejumlah direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mendatangi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi…
Purbaya Beberkan Instruksi Prabowo, Dana SAL Himbara Bakal Naik hingga… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku akan kembali menambah Saldo Anggaran Lebih…
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Jadi 3,75 Persen, Kenapa? Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan, menaikkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) sebesar 25…
  • Purbaya Ungkap Sempat Mau Dimarahi Bos Himbara, Lho Kenapa?
  • Purbaya Beberkan Instruksi Prabowo, Dana SAL Himbara Bakal Naik hingga Rp400 Triliun
  • LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Jadi 3,75 Persen, Kenapa?
Tag:Bank IndonesiaHimbaralikuiditasperbankanSisa Anggaran Lebih
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Comeback Gila Brasil! Jepang Dipukul KO Lewat Gol Telat Martinelli, Tiket 16 Besar Aman
By Hadi Febriansyah
Gabirel Martineli jadi pembeda Brasil lawan Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026 (Foto: Dok. FIFA)
1
PSI Bantah ‘Magnet’ Jokowi Sudah Luntur: Lucu Aja Pengamat, Gak Apple to Apple
By Hardani Triyoga
Presiden ke-7 RI Jokowi di Lampung. (Foto: ANTARA FOTO/Ardiansyah).
2
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Chromebook
By Rahmat Baihaqi
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim (tengah) didampingi para pendukung saat memasuki Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).
3
Jelang Putusan: 177 Hari Berkutat di Sidang Chromebook, Nadiem Makarim Sentil Sistem Hukum Nasional
By Rahmat Baihaqi
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim selesai membacakan duplik saat sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
4
Panas! PSI Sindir PDIP Tak Punya Hak Ceramahi soal Dinasti Politik, Ini Alasannya
By Rahmat Tunny
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri saat peresmian renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, Senin, 15 Juni 2026.
5

BERITA LAINNYA

Pelayaran Kapal Pelni. (Sumber: Dok. Pelni)
Ekonomi Bisnis

Resmi Berlaku 1 Juli! Pelni Naikkan Tarif Angkutan Muatan, Ini yang Terdampak

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) melakukan penyesuaian tarif layanan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 jam lalu
Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Ekonomi Bisnis

Mentan Amran Bidik RI Ekspor CPO dan Kakao ke Belarus, Ini Alasannya

Kementerian Pertanian (Kementan) membuka peluang ekspor komoditas Crude Palm Oil (CPO) dan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
BPJS Ketenagakerjaan
Ekonomi Bisnis

Kabar Baik! Kemenkeu Ungkap 1,6 Juta Pensiunan Dapet Pembebasan Pencairan JHT

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan pemerintah memberikan fasilitas tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
4 jam lalu
Driver Ojol Maxim Bike. (Sumber: Maxim)
Ekonomi Bisnis

Mulai 1 Juli 2026, Maxim Bike Berlakukan Potongan Aplikasi Jadi 8 Persen

Maxim Indonesia memberlakukan komisi aplikasi sebesar 8 persen mulai 1 Juli 2026,…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up