Komisi X DPR RI meluruskan kabar yang menyebut sekitar 60 ribu calon mahasiswa baru tidak melakukan daftar ulang di perguruan tinggi negeri (PTN). Angka itu dinilai tidak tepat.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian menyampaikan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) bukan menjadi satu-satunya penyebab. Dia mengatakan jumlah calon mahasiswa yang belum melakukan daftar ulang diperkirakan hanya berkisar 10 ribu hingga 20 ribu orang.
Lalu Hadrian menuturkan ribuan calon mahasiswa itu statusnya masih belum daftar ulang sehingga bukan mengundurkan diri.
Ada isu menarik bahwa beberapa media mengatakan ada 60.000 calon mahasiswa baru kita tidak daftar ulang. Nah, itu saya sampaikan bahwa bukan 60.000 sebenarnya. Kisarannya sekitar 10 sampai 20.000, tetapi statusnya belum daftar ulang, bukan tidak daftar ulang,”
kata Lalu Hadrian di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.
Sekolah Kedinasan
Menurutnya, ada sejumlah faktor yang membuat calon mahasiswa belum menyelesaikan proses registrasi. Salah satunya karena diterima di sekolah kedinasan.
Kalaupun yang tidak daftar ulang penyebabnya satu, mereka keterima di sekolah kedinasan,”
jelas Lalu Hadrian.
Selain itu, ada pula calon mahasiswa yang memilih kampus lain karena tidak diterima di program studi pilihan utama. Kemudian, ada juga yang lolos seleksi TNI maupun Polri.
Yang kedua mereka lulus bukan di pilihan pertama. Tetapi, pilihan kedua atau ketiga sehingga memilih perguruan tinggi yang lain. Kemudian yang ketiga keterima di TNI dan Polri,”
ujar Lalu Hadrian.
Namun, ia tak menepis biaya UKT juga menjadi salah satu faktor. Namun, ia menegaskan tak semua perguruan tinggi negeri menetapkan UKT yang tinggi.
Keempat, informasinya biaya UKT mahal. UKT ini saya sampaikan tidak semuanya mahal. Ada kampus-kampus, contoh di dapil saya di Unram (Universitas Mataram), UKT itu ada yang Rp500 ribu per semester,”
katanya.
Maka itu, ia mengimbau calon mahasiswa yang telah dinyatakan lolos seleksi PTN agar tidak buru-buru mengurungkan niat mendaftar hanya karena khawatir dengan besaran UKT.
Jangan takut daftar dulu. Saya imbau kepada yang belum mendaftar, yang sudah lulus di kampus negeri, daftar saja dulu. Nanti akan keluar jumlah atau besaran UKT yang harus dibayar,”
tutur Lalu Hadrian.
Lebih lanjut, dia menyampaikan Komisi X juga sudah meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memperluas program beasiswa. Selain itu, afirmasi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar persoalan biaya tidak menjadi penghalang mengakses pendidikan tinggi.
Tolong afirmasi untuk calon-calon siswa-siswi kita yang kurang mampu juga diperbesar porsinya,”
ujarnya.






















