Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 1 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Prabowo Subianto
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Tragedi Dokter Kematian Icha: Dugaan Intimidasi, Krisis Mental Dokter, dan Tanggung Jawab Negara
Nasional

Tragedi Dokter Kematian Icha: Dugaan Intimidasi, Krisis Mental Dokter, dan Tanggung Jawab Negara

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juli 1, 2026 7:58 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 jam lalu
Share
Ilustrasi dokter
ilustrasi dokter (Sumber: Pixabay)
SHARE

Kematian dokter muda di Nusa Tenggara Timur (NTT), dr Eliza Princila atau dr Icha menjadi sorotan dari DPR RI.

Daftar isi Konten
  • Dibahas Bersama Menkes
  • Kronologi Kasus
  • Bantah Lakukan Intimidasi

Komisi IX meminta pemerintah dan rumah sakit memperkuat perlindungan terhadap tenaga kesehatan agar tidak bekerja di bawah tekanan, intimidasi, maupun beban psikologis yang berlebihan.

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dr Icha. Ia berharap, penyelidikan yang tengah berlangsung dapat mengungkap penyebab peristiwa tersebut secara objektif.

Baca juga:
DPR Bongkar Fakta Anggaran untuk Kesejahteraan Guru: Duit Negara Ada,… Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian menegaskan, peningkatan kesejahteraan guru…
Isu 60 Ribu Mahasiswa Tak Daftar Ulang Dipatahkan DPR, Ternyata… Komisi X DPR RI meluruskan kabar yang menyebut sekitar 60 ribu calon…
DPR Ingatkan Pemerintah: Putusan MK Wajib Dipatuhi, Sekolah Swasta Gratis… Pemerintah RI diminta tak menunda pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pembiayaan…
  • DPR Bongkar Fakta Anggaran untuk Kesejahteraan Guru: Duit Negara Ada, Masalahnya Soal…
  • Isu 60 Ribu Mahasiswa Tak Daftar Ulang Dipatahkan DPR, Ternyata Penyebabnya Beragam
  • DPR Ingatkan Pemerintah: Putusan MK Wajib Dipatuhi, Sekolah Swasta Gratis Jangan Ditunda

Pertama-tama saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhumah. Kita semua berharap proses penyelidikan dapat berjalan secara objektif sehingga penyebab peristiwa ini menjadi terang,”

ucap Netty, Rabu, 1 Juli 2026.

Terlepas dari hasil penyelidikan, sambungnya, kasus ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem perlindungan bagi tenaga kesehatan yang setiap hari berada di garis depan pelayanan masyarakat.

Tenaga kesehatan membutuhkan lingkungan kerja yang aman agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Tidak boleh ada tindakan yang membuat mereka merasa tertekan dalam menjalankan profesinya,”

ujar politisi PKS itu.

Ia menilai, perlindungan terhadap tenaga kesehatan tidak cukup hanya dari sisi hukum maupun keamanan fisik. Pemerintah juga harus memberi perhatian serius terhadap kesehatan mental para tenaga medis yang setiap hari menghadapi tekanan kerja tinggi.

Kesehatan mental tenaga kesehatan harus menjadi perhatian serius. Mereka menghadapi beban kerja tinggi, tekanan emosional, bahkan dalam situasi tertentu berhadapan dengan konflik di lapangan. Negara harus memastikan mereka mendapatkan perlindungan yang memadai,”

ujarnya.

Dibahas Bersama Menkes

Netty mengungkapkan, isu tersebut juga telah dibahas Komisi IX bersama Menteri Kesehatan. Salah satu rekomendasi DPR adalah agar Kementerian Kesehatan segera menerapkan skrining kesehatan jiwa secara berkala bagi tenaga kesehatan sebagai langkah deteksi dini.

Kami mendorong Kementerian Kesehatan segera melakukan skrining kesehatan jiwa secara berkala sebagai upaya deteksi dini terhadap masalah kesehatan mental tenaga kesehatan dan tenaga medis. Jangan menunggu setelah terjadi tragedi baru kita bertindak,”

katanya.

Selain skrining, Netty meminta Kementerian Kesehatan menyusun program pendampingan psikologis yang komprehensif bagi tenaga kesehatan, tenaga medis, hingga peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan dokter residen, terutama mereka yang bertugas di unit berisiko tinggi seperti IGD, ICU, lokasi bencana, dan daerah konflik.

Misteri Kematian Dokter Icha: PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake

Mereka adalah garda terdepan pelayanan kesehatan yang setiap hari menghadapi tekanan luar biasa. Negara wajib memastikan mereka memiliki sistem dukungan yang kuat, baik dari sisi kesehatan mental maupun perlindungan saat menjalankan tugas,”

ucapnya.

Ia juga meminta setiap rumah sakit memiliki mekanisme perlindungan yang jelas ketika tenaga kesehatan menghadapi intimidasi, ancaman, atau konflik saat menjalankan tugas.

Rumah sakit tidak boleh membiarkan tenaga kesehatannya menghadapi tekanan seorang diri. Harus ada sistem perlindungan, pendampingan, dan pelaporan yang jelas sehingga mereka dapat bekerja secara profesional dan aman,”

pungkasnya.

Kronologi Kasus

Kasus ini bermula dari meninggalnya dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha (27), dokter yang bertugas di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.

Dokter Icha ditemukan mengakhiri hidupnya di rumah orang tuanya di Kupang, NTT, setelah sebelumnya mengalami guncangan psikologis dan divonis depresi berat.

Keluarga menduga, kematian tragis ini dipicu oleh depresi dan trauma berat akibat intimidasi dari tiga anggota DPRD saat ia bertugas menangani pasien di RS Leona Kefamenanu.

Saat itu, dr Icha menangani pasien anak korban gigitan ular yang dirujuk dari RSUD Kefamenanu. Di tengah proses penanganan, tiga anggota DPRD TTU, yakni Therensius Lazakar dari Partai Golkar, Norbertus Tubani dari PKB, dan Veronika Lake dari PDIP, datang ke IGD karena pasien merupakan kerabat salah satu anggota dewan.

Baca juga:
Misteri Kematian Dokter Icha: PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika… PDI Perjuangan (PDIP) mengambil langkah awal menyikapi dugaan keterlibatan kadernya dalam kasus…
Anggaran Riset 2026 Naik Rp4 Triliun: DPR Sebut Belum Ideal,… Rencana Presiden Prabowo Subianto menambah anggaran riset sebesar Rp4 triliun pada 2026…
Wacana Satgas Riset Nasional, DPR: Jangan Cuma Bentuk Kelompok, Anggaran… Komisi X DPR RI menyambut positif rencana Presiden Prabowo Subianto membentuk satuan…
  • Misteri Kematian Dokter Icha: PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake
  • Anggaran Riset 2026 Naik Rp4 Triliun: DPR Sebut Belum Ideal, Dorong Ditambah…
  • Wacana Satgas Riset Nasional, DPR: Jangan Cuma Bentuk Kelompok, Anggaran Juga Harus…

Keluarga korban menyebut terjadi adu mulut dan dugaan intimidasi terhadap dr Icha saat menjalankan tugasnya. Pihak keluarga juga mengklaim telah mengumpulkan keterangan dari puluhan saksi yang berada di lokasi.

Mereka menduga sebagian anggota DPRD yang datang ke rumah sakit berada di bawah pengaruh minuman beralkohol. Dugaan tersebut menjadi salah satu materi yang disampaikan keluarga kepada penyidik dalam proses hukum yang kini berjalan.

Bantah Lakukan Intimidasi

Di sisi lain, ketiga anggota DPRD membantah melakukan intimidasi. Therensius Lazakar mengakui sempat berbicara dengan nada tinggi karena panik melihat kondisi pasien, namun membantah memiliki niat menekan korban.

Veronika Lake juga menyatakan kehadirannya di rumah sakit tidak direncanakan dan membantah ucapan yang viral di media sosial ditujukan kepada dr Icha.

Kasus tersebut kini ditangani kepolisian. Polres TTU telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk ketiga anggota DPRD yang namanya disebut dalam perkara ini, untuk mendalami ada tidaknya keterkaitan antara insiden di IGD dengan meninggalnya dr Icha.

Sementara itu, keluarga korban juga melaporkan perkara tersebut ke Badan Kehormatan DPRD sebagai dugaan pelanggaran etik.

Tag:dokterDPRdr ichaKabupaten Timor Tengah UtaraNTTNusa Tenggara TimurSpill
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Feri Amsari Soroti Vonis 10 Tahun Nadiem: Perkara Ini dari Awal Unik dan Agak Aneh
By Hardani Triyoga
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek Nadiem Anwar Makarim (tengah) menemui pengemudi gojek seusai mengikuti sidang pembacaan putusan (vonis) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
1
Tambang Bodong Tanpa AMDAL, DPR Sindir Pemerintah Bungkam Saat Warga Adat Ditindas
By Rahmat Tunny
Anggota Komisi XIII DPR RI, Saadiah Uluputty.
2
RUU Keamanan Siber Dinilai Masih Punya 22 ‘Titik Buta’, DPR Diminta Jangan Buru-buru Sahkan
By Rika Pangesti
Fotokopi e-KTP
3
PSI Klaim Jokowi Effect Terbukti, Tokoh Politik Ramai-ramai Merapat Jelang Pemilu 2029
By Rahmat Tunny
Presiden ketujuh Joko Widodo (tengah) menyapa relawan saat menghadiri Rakorda DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di kota Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (27/62026).
4
Jadwal Padat Pidato Prabowo Juli 2026 Picu Reaksi Kocak Warganet: Kencangkan Sabuk Pengaman!
By Ani Ratnasari
Presiden Prabowo Subianto saat upacara HUT Ke-80 Bhayangkara di Pusat Latihan Brimob Polri, Cikeas, Bogor.
5

BERITA LAINNYA

Seorang terapis yang memerankan sebagai guru (kanan) memberikan arahan terapi kepada pasien yang berperan sebagai murid sekolah menengah atas (SMA) saat menjalani terapi kesehatan di Gippum Medical, Cirendue, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (25/11/2025). Penggunaan seragam sekolah oleh seluruh pasien dan seragam guru oleh terapis diadakan dalam rangka memperingati Hari Guru ke- 80 tahun 2025.
Nasional

DPR Bongkar Fakta Anggaran untuk Kesejahteraan Guru: Duit Negara Ada, Masalahnya Soal Niat Pemerintah

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian menegaskan, peningkatan kesejahteraan guru…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
4 jam lalu
Ilustrasi aktivitas kuliah.
Nasional

Isu 60 Ribu Mahasiswa Tak Daftar Ulang Dipatahkan DPR, Ternyata Penyebabnya Beragam

Komisi X DPR RI meluruskan kabar yang menyebut sekitar 60 ribu calon…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Nasional

Masyarakat Adat Harus Diselamatkan, DPR Desak Presiden Prabowo Diundang Ke Rapat

Anggota Komisi XIII DPR RI Saadiah Uluputty, mengusulkan agar DPR menggelar rapat…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
5 jam lalu
Sejumlah warga menyaksikan personel Brimob Polri dengan kendaraan taktis saat peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara di Pusat Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
Nasional

Kapolri Akui Pengabdian 80 Tahun Polisi Belum Sempurna: Masih Ada Gading yang Retak

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengakui institusi yang dipimpinnya belum sempurna meski…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up