Polemik pengangkatan komisaris muda di sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang ramai diperbincangkan di media sosial ikut jadi sorotan DPR RI.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan agar pengisian jabatan komisaris tetap mengedepankan profesionalisme dan kompetensi.
Puan menyampaikan demikian saat dimintai tanggapan mengenai ramainya kritik publik terhadap pengangkatan komisaris di BUMN.
Salah satu yang jadi sorotan ialah penunjukan komisaris muda yang dinilai sebagian warganet belum punya pengalaman dan kompetensi yang memadai.
Menanggapi itu, Puan tak mengomentari sosok tertentu. Namun, ia bilang prinsip yang harus jadi pegangan dalam penunjukan komisaris.
Terkait dengan penetapan-penetapan komisaris, tentu saja kami DPR mendorong untuk bisa nantinya ditetapkan orang-orang yang profesional dan kompeten ke depannya,”
kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut Puan, pengisian jabatan strategis di perusahaan pelat merah mesti dilakukan secara profesional agar bisa mendukung kinerja perusahaan sekaligus menjaga kepercayaan publik.
Adapun polemik komisaris muda mencuat setelah sejumlah BUMN dan anak usahanya belakangan mengumumkan jajaran komisaris baru.
Salah satu yang ramai jadi sorotan ialah pengangkatan Ginka Febriyanti Ginting sebagai Komisaris PT Pertamina Retail, anak usaha Pertamina.
Wanita 28 tahun itu resmi diangkat pada 25 Juni 2026 dan menjadi sorotan di media sosial karena usianya yang relatif muda. Begitupun rekam jejaknya.
Latar belakang Ginka Febriyanti yang dulunya pernah jadi relawan pemenangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming pada Pilpres 2024 kini disorot.

























