Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 19 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Kasus Bupati Kuansing Jadi Alarm: Biaya Politik Tinggi, Gaji Kepala Daerah Kecil
Politik

Kasus Bupati Kuansing Jadi Alarm: Biaya Politik Tinggi, Gaji Kepala Daerah Kecil

Rika PangestiHardani Triyoga
Last updated: Juli 2, 2026 4:45 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby (kanan) berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby (kanan) berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (1/7/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU)
SHARE

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kembali mengamankan seorang kepala daerah dalam kasus dugaan rasuah. Terbaru, Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby yang diamankan KPK.

Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda menyampaikan kasus yang menjerat Suhardiman jadi pengingat dalam sistem politik. Menurut dia, perbaikan tata kelola pemerintahan harus dibarengi pembenahan sistem politik dan kesejahteraan kepala daerah.

Rifqi prihatin dengan banyak kepala daerah yang diamankan KPK dalam Operasi Tangkap Tangan atau OTT. Namun, ia menyampaikan persoalan tak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum.

Baca juga:
Cegah Rasuah: KPK "Pasang Mata" Penyaluran Bantuan Gempa NTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengawasi proses penyaluran bantuan untuk korban gempa…
RI Genap 81 Tahun, Ketua KPK Sorot Korupsi yang Masih… Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menyoroti kasus korupsi masih marak…
Sinyal Hijau dari Ketua KPK: Dukung Wacana Prabowo Bentuk Pengadilan… Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menyambut baik wacana Presiden Prabowo…
  • Cegah Rasuah: KPK "Pasang Mata" Penyaluran Bantuan Gempa NTT
  • RI Genap 81 Tahun, Ketua KPK Sorot Korupsi yang Masih Marak "Gerogoti"…
  • Sinyal Hijau dari Ketua KPK: Dukung Wacana Prabowo Bentuk Pengadilan Ad Hoc…

Tapi, menurutnya juga perlu menyentuh akar persoalan yang memicu praktik korupsi. Salah satunya menyangkut biaya politik yang mahal.

Terkait biaya politik yang tinggi yang dihasilkan dalam proses pemilihan kepala daerah kita. Yang kedua, soal hak keuangan kepala daerah yang memang kita akui masih sangat terbatas,”

kata Rifqi kepada wartawan, Kamis, 2 Juli 2026.

Ia menyampaikan Komisi II DPR sudah menerima aspirasi dari Asosiasi Wakil Kepala Daerah yang meminta pemerintah perbaiki skema hak keuangan kepala daerah.

Menurut dia, aspirasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan rekomendasi kepada pemerintah. Selanjutnya, merevisi sejumlah aturan terkait hak keuangan kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Jual-Beli Jabatan Kuansing: Sekda Sogok Bupati Pakai Land Cruiser Rp2 Miliar

Menurut Rifqi, besaran gaji kepala daerah saat ini tak sebanding dengan beban jabatan maupun tingginya biaya politik saat mengikuti pilkada.

Kan tidak masuk akal gaji kepala daerah itu hanya sekitar Rp5 sampai Rp6 juta, sementara cost politiknya tinggi. Karena itu kita memang harus memberikan hak keuangan yang rasional, yang proporsional,”

jelas Rifqi.

Dia mewakili Komisi II DPR mengusulkan agar hak keuangan kepala daerah dikaitkan dengan kemampuan daerah menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan skema itu, kepala daerah didorong meningkatkan PAD sekaligus memperoleh penghasilan yang lebih layak.

Harapan kita tentu penyalahgunaan kewenangan, termasuk korupsi di dalamnya, itu bisa kita minimalisir. Tapi kalau korupsi karena keserakahan dan seterusnya, itu kan hal yang lain,”

tutur Rifqi.

Meski sempat menyebut angka ideal sekitar 20 persen dari PAD untuk hak keuangan kepala daerah dan wakil kepala daerah, Rifqi menegaskan besaran tersebut masih akan dikaji. Selain itu, masih disesuaikan dengan kemampuan fiskal masing-masing daerah.

Ia juga minta Kementerian Dalam Negeri melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan KPK menyusun regulasi tersebut agar kebijakan peningkatan hak keuangan kepala daerah tak justru membuka ruang penyimpangan baru.

Menurutnya, hak keuangan yang proporsional dan masuk akal mestinya diberikan kepada para kepala daerah agar juga bisa melakukan pencegahan terhadap ini.

Jangan sampai juga ini menjadi, dalam tanda kutip, semacam korupsi yang terlembagakan melalui peraturan,”

ujar Rifqi.
Baca juga:
Amanat "Medan Tempur Tanpa Senjata", Ketua KPK: Perjuangan Jaga Amanah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengatakan perjuangan kemerdekaan tidak selalu…
Kasus Restitusi Pajak Rp1,5 Miliar: KPK Maraton Geledah 5 Kota,… Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah lokasi terkait dugaan korupsi restitusi pajak…
Dugaan Sandiwara Kasus Febrie Adriansyah Dibantah, Kuasa Hukum: Ada 9… Penanganan perkara mantan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah sempat dicurigai publik sebagai…
  • Amanat "Medan Tempur Tanpa Senjata", Ketua KPK: Perjuangan Jaga Amanah
  • Kasus Restitusi Pajak Rp1,5 Miliar: KPK Maraton Geledah 5 Kota, Sita Emas…
  • Dugaan Sandiwara Kasus Febrie Adriansyah Dibantah, Kuasa Hukum: Ada 9 Pelanggaran

Sebelumnya, KPK sudah menetapkan Bupati Kuansing Suhardiman Amby sebagai tersangka suap. Dalam praktiknya, Suhardiman diduga menerima suap berupa mobil Toyota Land Cruiser senilai Rp2 miliar untuk memilih Zulkarnain sebagai Sekda.

KPK melalui Plt Direktur Penyidikan Achmad Taufik Husein menjelaskan kasus ini bermula pada April 2025. Menurut dia, ada dua calon Sekda Kuansing yaitu Fahdiansyah selaku Asisten I Pemkab Kuansing dan Zulkranain selaku Kadis PUPR.

SA (Suhardiman Amby) sebagai Bupati Kuansing periode 2025-2030 kemudian meminta syarat mobil SUV Toyota Land Cruiser 300 GR-S kepada para pihak atau calon yang mengikuti proses seleksi jabatan Sekda Kuansing,”

kata Taufik di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.

Tag:Biaya PolitikBupati KuansingKepala DaerahKPKoperasi tangkap tangan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Trending di OWRITE
Doa Menag di Istana Saat HUT RI ke-81 Viral, Netizen: “Kok Ada Persentase?”
By Ani Ratnasari
Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
1
Prabowo Diapit Jokowi-Gibran di HUT RI, Sinyal Hubungan Kertanegara-Solo Baik-Baik Saja?
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto duduk diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Merdeka. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S).
2
BEM UI Demo, Bawa 8 Tuntutan “Merebut Kemerdekaan”
By Rahmat Baihaqi
Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Imawan.
3
Praperadilan Febrie Adriansyah Dimulai: Prosedur Penetapan Tersangka Masuk Ruang Uji
By Rahmat Baihaqi
Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Febri Diansyah (tengah) dan Firman Wijaya (kiri) menyampaikan keterangan pers di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
4
Apa Itu Kartu Kredit Indonesia yang Baru Diluncurkan BI? Begini Cara Pakainya!
By Ani Ratnasari
Gambar ilustrasi Kartu Kredit Indonesia (KKI)
5

BERITA LAINNYA

Gedung Museum Bank Indonesia. (Sumber: Unsplash/Aini Rahmadini)
Politik

Surpres Calon Pengganti Gubernur BI Sudah Masuk DPR, Siapa yang Akan Dipilih?

Surat Presiden (Surpres) terkait calon pengganti Gubernur Bank Indonesia (BI), Deputi Gubernur…

Rika PangestiRahmat Tunny OWRITE
By
Rika Pangesti
Rahmat Tunny
10 jam lalu
Ilustrasi Pemilu
Politik

Guru dan Nakes Sering Jadi Kendaraan Politik, Pengamat: Jangan Cuma Didekati Saat Butuh Suara

Direktur The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research, Adinda Tenriangke Muchtar,…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
10 jam lalu
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) berjalan menuju ruangan setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Politik

Jika Disingkirkan dari Gerindra, KDM-Anies Berpeluang Tantang Prabowo di Pilpres 2029

Peluang Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM berpindah partai dan membangun…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
10 jam lalu
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) berfoto dengan warga terdampak penutupan operasional tambang saat pemberian bantuan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/11/2025). Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menyalurkan dana kompensasi sebesar Rp3 juta kepada 9.300 warga di wilayah Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang di Kabupaten Bogor yang terdampak kebijakan penutupan tambang, kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi langkah awal pemulihan ekonomi setelah penutupan tambang diberlakukan.
Politik

Elektabilitas Jadi Ancaman Prabowo, Akankah KDM Diasingkan dari Partai?

Menguatnya elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mulai membuka potensi gesekan…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up