Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 18 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Bukan Sekadar Cuaca, Ahli Ungkap Penyebab Sebenarnya Gelombang Panas Ekstrem di Eropa
Internasional

Bukan Sekadar Cuaca, Ahli Ungkap Penyebab Sebenarnya Gelombang Panas Ekstrem di Eropa

Syifa FauziahHardani Triyoga
Last updated: Juli 3, 2026 2:24 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ilustrasi cuaca ekstrem landa Eropa terutama Prancis.
Ilustrasi cuaca ekstrem landa Eropa terutama Prancis. (Foto: AI).
SHARE

Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa sudah menewaskan 1.300 orang. Tak hanya memecahkan rekor suhu, dampaknya juga dirasakan ribuan warga yang harus dapat perawatan intensif.

Fenomena itu memunculkan pertanyaan mengenai penyebab suhu ekstrem yang terjadi. Selain itu, dikaitan dengan perubahan iklim global.

Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor (FMIPA IPB) Sonni Setiawan menjelaskan gelombang panas di Eropa tak dipicu oleh satu faktor saja.

Fenomena ini merupakan hasil interaksi antara pemanasan daratan yang luas pada musim panas dengan perambatan gelombang Rossby di atmosfer lintang menengah. Di mana Eropa berada pada zona wilayah ini,”

kata Sonni dalam keterangannya, Jumat, 3 Juli 2026.
Baca juga:
Panas Ekstrem Mengintai Pekerja Lapangan, Heat Stress Bisa Berujung Heat… Epidemiolog sekaligus pakar Global Health Security dari Griffith University dan Universitas YARSI,…
Panas Makin Menyengat, Epidemiolog Ungkap Ancaman Heat Stress di Indonesia Cuaca panas ekstrem di Indonesia bukan lagi sekadar persoalan rasa gerah atau…
Panas Ekstrem Menggila, Warga Miskin Terancam Tak Bisa Berteduh Krisis iklim yang memicu panas ekstrem dan kekeringan mulai memberi dampak serius…
  • Panas Ekstrem Mengintai Pekerja Lapangan, Heat Stress Bisa Berujung Heat Stroke
  • Panas Makin Menyengat, Epidemiolog Ungkap Ancaman Heat Stress di Indonesia
  • Panas Ekstrem Menggila, Warga Miskin Terancam Tak Bisa Berteduh

Dijelaskan Sonni, gelombang Rossby merupakan gangguan atmosfer berskala besar yang memengaruhi pola tekanan udara, angin, dan suhu di wilayah lintang menengah.

Menurut dia, gelombang itu memiliki panjang sekitar 4.000 hingga 6.000 kilometer dan terbentuk saat angin baratan melintasi pegunungan besar seperti Pegunungan Rocky di Amerika Utara dan Pegunungan Andes di Amerika Selatan.

Sonni mengatakan saat musim panas di belahan bumi utara, posisi matahari menyebabkan daratan mengalami pemanasan maksimum. Sebab, daratan memiliki kapasitas menyimpan panas yang lebih rendah dibandingkan lautan.

Suhu udara di atasnya meningkat lebih cepat. Pemanasan berskala benua tersebut kemudian memperkuat gangguan suhu yang dibawa gelombang Rossby hingga memicu terjadinya gelombang panas,”

tutur Sonni.
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Telan 1.300 Nyawa, WHO Sebut Ancaman Belum Berakhir

Dia menambahkan, kondisi itu semakin diperparah oleh melemahnya aktivitas gelombang Rossby pada musim panas. Pergerakan gelombang yang lebih lambat membuat massa udara panas bertahan lebih lama di suatu wilayah.

Situasi ini diperkuat oleh fenomena Omega Block, yakni pola tekanan tinggi yang menjebak udara panas sehingga suhu ekstrem dapat berlangsung selama beberapa hari bahkan lebih lama.

Baca juga:
Mengenal Aurora: "Dansa" Cahaya Antariksa Penghias Langit Malam Kutub Bumi Aurora merupakan salah satu fenomena alam paling menakjubkan yang dapat disaksikan di…
Jepang Ciptakan 'Kulkas Manusia', Masuk 10 Menit Diklaim Bantu Turunkan… Bayangkan bisa masuk ke dalam sebuah "kulkas" untuk mendinginkan seluruh tubuh saat…
Era Baru Sepak Bola Eropa! Klopp ke Jerman, Zidane Siap… Dua kekuatan besar sepak bola Eropa bersiap memasuki era baru. Asosiasi Sepak…
  • Mengenal Aurora: "Dansa" Cahaya Antariksa Penghias Langit Malam Kutub Bumi
  • Jepang Ciptakan 'Kulkas Manusia', Masuk 10 Menit Diklaim Bantu Turunkan Suhu Tubuh
  • Era Baru Sepak Bola Eropa! Klopp ke Jerman, Zidane Siap Pimpin Prancis

Pun, saat musim panas, gelombang Rossby bergerak lebih lambat sehingga medan suhu tinggi bertahan lebih lama pada satu wilayah.

Ditambah adanya fenomena Omega Block, udara panas menjadi terperangkap sehingga gelombang panas berlangsung lebih lama,”

lanjut Sonni.

Menanggapi anggapan meningkatnya frekuensi gelombang panas merupakan bukti langsung perubahan iklim, Sonni menilai hal itu perlu dikaji secara ilmiah. Ia menekankan hal itu mesti tetap mempertimbangkan dinamika atmosfer alami.

Dinamika atmosfer alami tetap harus menjadi bagian penting dalam analisis sebelum menyimpulkan pengaruh perubahan iklim terhadap suatu kejadian panas ekstrem,”

ujarnya.

Sejumlah negara di Eropa sebelumnya dilanda panas lebih dari 40 derajat Celsius. Prancis jadi negara dengan jumlah korban terbanyak yang mayoritas masyarakat lanjut usia atau lansia.

Tag:AhlieropaGelombang PanasPanas EkstremPrancis
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Trending di OWRITE
Doa Menag di Istana Saat HUT RI ke-81 Viral, Netizen: “Kok Ada Persentase?”
By Ani Ratnasari
Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
1
Prabowo Diapit Jokowi-Gibran di HUT RI, Sinyal Hubungan Kertanegara-Solo Baik-Baik Saja?
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto duduk diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Merdeka. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S).
2
BEM UI Demo, Bawa 8 Tuntutan “Merebut Kemerdekaan”
By Rahmat Baihaqi
Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Imawan.
3
BEM UI Gagal Long March ke Bundaran HI, Massa Tertahan di Depan Gedung UOB
By Rahmat Baihaqi
Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI tertahan aparat di depan gedung UOB saat ingin unjuk rasa menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat.
4
Rupiah Melemah ke Rp17.850 per Dolar AS, Ini Proyeksinya Sepanjang Hari Ini 
By Anisa Aulia
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi situasi di Gaza
Internasional

Menteri Israel Blak-blakan Serukan 30-40 Warga Palestina Harus Mati Setiap Hari

Menteri Keamanan Nasional Israel sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, menyerukan agar Israel membunuh…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
6 jam lalu
Ilustrasi serangan drone Houthi.
Internasional

Houthi Serang Armada Arab Saudi dengan Rudal dan Drone, Situasi Yaman Makin Membara

Kelompok bersenjata asal Yaman, Houthi menyerang sejumlah kapal angkatan laut dan depot…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Sejumlah warga terdampak bencana gempa beristirahat di tenda pengungsian di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. (ANTARA FOTO/Mega Tokan).
Internasional

Dunia Soroti Gempa M7,7 NTT, AS dan Arab Saudi Kirim Simpati untuk Warga Terdampak

Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah serta masyarakat…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
2 hari lalu
Gambar ilustrasi dibuat oleh AI
Internasional

The Guardian Bongkar Pabrik Meme Indonesia, Raup Cuan dari Politik AS-Australia

Laporan investigasi media asal Inggris, The Guardian berhasil mengungkap keberadaan jaringan ‘pabrik meme’ yang…

Ani RatnasariAmin-Suciady-Owrite
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up