Diperkirakan lebih dari 10 juta orang akan memadati Teheran untuk menghadiri prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang tewas bersama sejumlah anggota keluarganya usai diserang melalui udara oleh pasukan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Selain dihadiri jutaan warga Iran, prosesi pemakaman juga diperkirakan diikuti delegasi dari lebih dari 100 negara yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama puluhan tahun menjadi pemimpin tertinggi Republik Islam Iran.
Iran Kirim Pesan Politik ke Dunia


Peneliti Universitas Teheran Mohammad Eslami mengatakan, prosesi pemakaman Khamenei bukan sekadar seremoni kenegaraan, melainkan menjadi simbol keberlanjutan pemerintahan Iran di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Menurut Eslami, pemerintah Iran ingin menunjukkan bahwa kepemimpinan dan kebijakan yang selama ini dibangun Khamenei akan tetap diteruskan oleh penerusnya.
Pemimpin Tertinggi adalah salah satu dari sedikit pemimpin dalam sejarah Iran yang gugur di tangan musuh saat perang. Ia bukan pemimpin yang hanya memberi perintah dari belakang, tetapi berada di garis depan menghadapi musuh,”
kata Eslami, seperti dikutip dari Al Jazeera, pada Sabtu, 4 juli 2026.
Ia menilai pesan utama yang ingin disampaikan Iran kepada dunia adalah bahwa arah kebijakan negara, baik di kawasan maupun di dalam negeri, tidak akan berubah meski Khamenei telah wafat.
Iran ingin menunjukkan bahwa pendekatan Khamenei terhadap kawasan maupun pemerintahan akan terus berlanjut setelah dirinya,”
ujarnya.
Putra Khamenei Absen Demi Keamanan


Sementara itu, Eslami juga menyoroti kemungkinan absennya Mojtaba Khamenei, putra sekaligus penerus Ayatollah Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, dalam prosesi pemakaman.
Menurutnya, keputusan tersebut lebih didasarkan pada pertimbangan keamanan menyusul berbulan-bulan serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran.
Selain faktor keamanan, Mojtaba disebut perlu memusatkan perhatian untuk mengonsolidasikan kepemimpinannya di tengah situasi politik dan keamanan yang masih rapuh.
Saat ini prioritas utamanya adalah mengamankan kepemimpinannya. Ini merupakan masa yang sangat krusial bagi Iran,”
kata Eslami.
Prosesi pemakaman Khamenei dinilai menjadi momentum penting bagi pemerintah Iran untuk menunjukkan stabilitas politik sekaligus memastikan transisi kepemimpinan berjalan tanpa mengubah arah kebijakan negara.






















