Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 3 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Bukan Sekadar Cuaca, Ahli Ungkap Penyebab Sebenarnya Gelombang Panas Ekstrem di Eropa
Internasional

Bukan Sekadar Cuaca, Ahli Ungkap Penyebab Sebenarnya Gelombang Panas Ekstrem di Eropa

Syifa FauziahHardani Triyoga
Last updated: Juli 3, 2026 2:24 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 jam lalu
Share
Ilustrasi cuaca ekstrem landa Eropa terutama Prancis.
Ilustrasi cuaca ekstrem landa Eropa terutama Prancis. (Foto: AI).
SHARE

Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa sudah menewaskan 1.300 orang. Tak hanya memecahkan rekor suhu, dampaknya juga dirasakan ribuan warga yang harus dapat perawatan intensif.

Fenomena itu memunculkan pertanyaan mengenai penyebab suhu ekstrem yang terjadi. Selain itu, dikaitan dengan perubahan iklim global.

Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor (FMIPA IPB) Sonni Setiawan menjelaskan gelombang panas di Eropa tak dipicu oleh satu faktor saja.

Fenomena ini merupakan hasil interaksi antara pemanasan daratan yang luas pada musim panas dengan perambatan gelombang Rossby di atmosfer lintang menengah. Di mana Eropa berada pada zona wilayah ini,”

kata Sonni dalam keterangannya, Jumat, 3 Juli 2026.
Baca juga:
Suhu Tembus 41 Derajat Bikin Eropa Jadi 'Oven', 1.300 Orang… Gelombang panas di Eropa mengakibatkan ribuan kematian. Hal itu disampaikan oleh Kepala…
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Telan 1.300 Nyawa, WHO Sebut Ancaman… World Health Organization (WHO) melaporkan gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar…
'Diserempet' Mobil China, Volkswagen Cetak Rekor Bakal PHK 100 Ribu… Produsen mobil terbesar di Jerman, Volkswagen alias VW, berencana memutus hubungan kerja…
  • Suhu Tembus 41 Derajat Bikin Eropa Jadi 'Oven', 1.300 Orang Tewas Akibat…
  • Gelombang Panas Ekstrem Eropa Telan 1.300 Nyawa, WHO Sebut Ancaman Belum Berakhir
  • 'Diserempet' Mobil China, Volkswagen Cetak Rekor Bakal PHK 100 Ribu Karyawan

Dijelaskan Sonni, gelombang Rossby merupakan gangguan atmosfer berskala besar yang memengaruhi pola tekanan udara, angin, dan suhu di wilayah lintang menengah.

Menurut dia, gelombang itu memiliki panjang sekitar 4.000 hingga 6.000 kilometer dan terbentuk saat angin baratan melintasi pegunungan besar seperti Pegunungan Rocky di Amerika Utara dan Pegunungan Andes di Amerika Selatan.

Sonni mengatakan saat musim panas di belahan bumi utara, posisi matahari menyebabkan daratan mengalami pemanasan maksimum. Sebab, daratan memiliki kapasitas menyimpan panas yang lebih rendah dibandingkan lautan.

Suhu udara di atasnya meningkat lebih cepat. Pemanasan berskala benua tersebut kemudian memperkuat gangguan suhu yang dibawa gelombang Rossby hingga memicu terjadinya gelombang panas,”

tutur Sonni.
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Telan 1.300 Nyawa, WHO Sebut Ancaman Belum Berakhir

Dia menambahkan, kondisi itu semakin diperparah oleh melemahnya aktivitas gelombang Rossby pada musim panas. Pergerakan gelombang yang lebih lambat membuat massa udara panas bertahan lebih lama di suatu wilayah.

Situasi ini diperkuat oleh fenomena Omega Block, yakni pola tekanan tinggi yang menjebak udara panas sehingga suhu ekstrem dapat berlangsung selama beberapa hari bahkan lebih lama.

Baca juga:
Politikus Spanyol Sindir Trump di Parlemen Eropa, Nyanyian 'Tuan Genosida'… Anggota Parlemen Eropa asal Spanyol Irene Montero dengan lantang menyindir Presiden Amerika…
Babak Baru Timur Tengah: Trump Teken Memorandum Damai dengan Iran Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani memorandum kesepakatan damai dengan Iran.…
Mau Keliling Eropa? Kenalan Dulu Yuk Dengan 44 Negara di… Saat mendengar kata Eropa, pasti kamu langsung membayangkan Paris, London, atau Roma.…
  • Politikus Spanyol Sindir Trump di Parlemen Eropa, Nyanyian 'Tuan Genosida' Bikin Heboh!
  • Babak Baru Timur Tengah: Trump Teken Memorandum Damai dengan Iran
  • Mau Keliling Eropa? Kenalan Dulu Yuk Dengan 44 Negara di Eropa dan…

Pun, saat musim panas, gelombang Rossby bergerak lebih lambat sehingga medan suhu tinggi bertahan lebih lama pada satu wilayah.

Ditambah adanya fenomena Omega Block, udara panas menjadi terperangkap sehingga gelombang panas berlangsung lebih lama,”

lanjut Sonni.

Menanggapi anggapan meningkatnya frekuensi gelombang panas merupakan bukti langsung perubahan iklim, Sonni menilai hal itu perlu dikaji secara ilmiah. Ia menekankan hal itu mesti tetap mempertimbangkan dinamika atmosfer alami.

Dinamika atmosfer alami tetap harus menjadi bagian penting dalam analisis sebelum menyimpulkan pengaruh perubahan iklim terhadap suatu kejadian panas ekstrem,”

ujarnya.

Sejumlah negara di Eropa sebelumnya dilanda panas lebih dari 40 derajat Celsius. Prancis jadi negara dengan jumlah korban terbanyak yang mayoritas masyarakat lanjut usia atau lansia.

Tag:AhlieropaGelombang PanasPanas EkstremPrancis
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Jokowi Effect PSI Dinilai Sekadar Imajinasi, Pengaruh Jokowi Disebut Sudah di Titik Nadir
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo saat konfrensi pers. Doc: Istanapresidenyogyakarta.
1
Baru Empat Tahun Berlalu, Bupati Langkat Kembali Terjaring OTT KPK
By Rahmat Baihaqi
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto .
2
DPR Tantang Dirut PLN Buka Data Soal Cadangan Listrik dan Batu Bara, Darmawan Prasodjo Berani?
By Natania Longdong
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi jajaran direksi PLN saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5) mengatakan seluruh petugas dan tim teknis PLN terus bekerja all out selama 24 jam di lapangan agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman. (Sumber: Dok. PLN)
3
Tren Self-care Bergeser Jadi Kebutuhan, Bukan Lagi Gaya Hidup 
By Syifa Fauziah
Perawatan diri
4
Hotman Paris Desak Sidang Nadiem Diulang, Minta Dua Auditor BPKP Diadu di Ruang Sidang
By Rahmat Tunny
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim (tengah) meninggalkan Pengadilan Tipikor bersama istrinya, Franka Franklin (kanan) usai sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Gambar ilustrasi perang Iran vs Amerika
Internasional

AS-Iran Siap Bicara Lagi, Selat Hormuz hingga Penarikan Pasukan Israel di Lebanon Jadi Taruhan

Amerika Serikat (AS) dan Iran diperkirakan akan mengadakan putaran pembicaraan langsung berikutnya…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
6 jam lalu
Tangkapan layar video kecelakaan rombongan ditabrak truk oleh anak berusia 11 tahun di Thailand
Internasional

Ngeri! Bocah 11 Tahun Bawa Kabur Truk Pikap, Tabrak Rombongan Biksu hingga 9 Tewas

Seorang anak berusia 11 tahun mengemudikan sebuah truk milik orang tuanya dan…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
8 jam lalu
Ilustrasi Selat Hormuz.
Internasional

Pelayaran di Selat Hormuz Bangkit Lagi, Dunia Masih Waswas Hubungan AS-Iran Belum Aman

Lalu lintas pelayaran jalur Selat Hormuz berangsur pulih setelah sempat lumpuh imbas…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
1 hari lalu
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. (Foto: AI).
Internasional

Alotnya Drama AS-Iran, JD Vance Tuding Teheran Mainkan Taktik Negosiasi Persia

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance kecewa saat mengetahui pejabat Iran…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up