Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 6 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Jeritan Mama-Mama Kamoro di DPR: Ikan Hilang, Mangrove Musnah, Limbah Freeport Diduga Jadi Penyebab
Nasional

Jeritan Mama-Mama Kamoro di DPR: Ikan Hilang, Mangrove Musnah, Limbah Freeport Diduga Jadi Penyebab

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juli 6, 2026 6:16 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 jam lalu
Share
Natalia, perempuan nelayan suku Kamoro, Papua Tengah, saat RDPU dengan Komisi IV DPR, 6 Juli 2026.
Natalia, perempuan nelayan suku Kamoro, Papua Tengah, saat RDPU dengan Komisi IV DPR, 6 Juli 2026. (Tangkapan layar tayangan TV Parlemen)
SHARE

Perempuan nelayan Suku Kamoro mengeluhkan semakin sulitnya mencari ikan di wilayah pesisir Mimika. 

Selain mengaitkan kondisi tersebut dengan dampak limbah tambang PT Freeport Indonesia, mereka juga menyoroti banyaknya kapal nelayan dari luar Papua yang tetap mendapat izin menangkap ikan di wilayah yang selama ini menjadi ruang tangkap masyarakat adat.

Keluhan itu disampaikan perwakilan perempuan nelayan Suku Kamoro, Natalia, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi IV DPR RI, Senin, 6 Juli 2026. 

Baca juga:
Komisi IV DPR Sepakat Bentuk Tim untuk Turun ke Lapangan,… Komisi IV DPR RI memutuskan membentuk tim untuk meninjau langsung dugaan dampak…
Dipanggil DPR TikTok Bantah Isu PHK Massal, Justru Klaim Buka… TikTok-Tokopedia membantah kabar adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang belakangan ramai…
Isu PHK TikTok Menggema, DPR Beberkan Fakta Setelah Panggil Manajemen Ramainya isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di TikTok yang beredar di…
  • Komisi IV DPR Sepakat Bentuk Tim untuk Turun ke Lapangan, Telusuri Dampak…
  • Dipanggil DPR TikTok Bantah Isu PHK Massal, Justru Klaim Buka 100 Lowongan…
  • Isu PHK TikTok Menggema, DPR Beberkan Fakta Setelah Panggil Manajemen

Natalia mengatakan, masyarakat nelayan kini menghadapi tekanan berlapis. Di satu sisi, mereka mengaku terdampak perubahan kondisi pesisir yang dikaitkan dengan limbah tambang. 

Di sisi lain, wilayah tangkap mereka juga dimasuki kapal-kapal nelayan dari luar Papua.

Salah satu faktor utama yang menyusahkan kami adalah limbah tambang, serta maraknya kapal-kapal nelayan dari luar Papua. Kapal-kapal nelayan non-Papua tersebut memiliki izin untuk mencari ikan di tempat kami,”

kata Natalia.

Menurutnya, keberadaan kapal-kapal tersebut membuat nelayan lokal semakin sulit memperoleh hasil tangkapan yang layak.

Akibatnya, setiap kali kami pergi mencari, kami tidak pernah puas dengan hasil tangkapan,”

ujarnya.
Skandal Amdal Freeport: Memangnya Itu Tanah Negara? Tempat Roh Leluhur Kami Hilang!

Natalia juga mengaku, menemukan perubahan pada kondisi ikan dan kepiting yang ditangkap masyarakat. 

Meski ia meyakini kondisi itu berkaitan dengan dampak limbah, perubahan tersebut membuat hasil tangkapan semakin sulit dijual kepada pedagang.

Ada ikan yang kepalanya besar tapi ekornya kecil. Kami yakin itu disebabkan oleh dampak limbah. Kondisi kepiting juga sama, ada yang besar dan ada yang kerdil,”

katanya.

Akibat kondisi tersebut, menurut Natalia, banyak keluarga nelayan kehilangan sumber penghasilan yang selama ini bergantung pada hasil laut.

Dulunya kami hidup dari menjual ikan, sekarang tidak lagi. Kami bingung harus mencari ikan ke mana lagi karena ruang tangkap kami sudah tidak ada,”

tuturnya.

Ia menjelaskan, masyarakat adat juga tidak bisa begitu saja berpindah ke wilayah lain untuk mencari ikan karena setiap kawasan memiliki hak ulayat masing-masing.

Tidak mungkin kami masuk ke wilayah adat orang lain untuk mencari ikan, karena hal itu pasti memicu konflik,”

ujarnya.

Bahkan, Natalia mengungkapkan perebutan wilayah tangkap pernah memicu bentrokan antarmasyarakat.

Konflik dan perkelahian antarkampung hingga menyerupai perang suku sudah pernah terjadi di sana hanya karena berebut tempat mencari ikan yang semakin menyempit akibat limbah ini,”

ungkapnya.

Selain hasil tangkapan yang terus menurun, Natalia mengatakan mama-mama nelayan juga kesulitan memperoleh pohon mangrove yang selama ini menjadi bahan baku pembuatan perahu sampan.

Kami, mama-mama nelayan, sudah kehilangan tempat untuk mencari pohon mangrove dan bahan untuk membuat perahu sampan,”

pungkasnya.
Tag:DPRFreeportIkanlimbahNelayanpapua
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Pakar Kritik Langkah Utus Dubes ke Pemakaman Khamenei: Publik Bisa Curiga Pemerintah Memihak AS-Israel
By Natania Longdong
Warga Iran berduka saat mengikuti proses pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei (Foto: WANA).
1
Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Magis Firaun Siap Bikin Messiah Menangis?
By Hadi Febriansyah
Messi vs Salah dalam Piala Dunia 2026.
2
Suplai Batu Bara PLTU Diduga Dikadali, Polri Bidik Dua Perusahaan
By Rahmat Baihaqi
Polri selidiki dugaan korupsi dan TPPU kasus suplai batubara di sejumlah PLTU sebabkan pemadaman bergilir. (Sumber: owrite/Rahmat Baihaqi)
3
KPK Endus Dugaan Aliran Uang ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Kasus Abdul Wahid Melebar
By Rahmat Baihaqi
Gubernur Riau Abdul Wahid (tengah), Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M Nursalam (kiri), dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau M Arief Setiawan (kanan)
4
Perpres Prabowo Jadi Alarm: DPR Nilai Penyebaran LGBTQ Sudah Makin Masif
By Rika Pangesti
Ilustrasi, Gedung DPR/MPR
5

BERITA LAINNYA

Wakil Ketua Komisi IV DPR, Panggah Susanto
Nasional

Komisi IV DPR Sepakat Bentuk Tim untuk Turun ke Lapangan, Telusuri Dampak Tailing Freeport

Komisi IV DPR RI memutuskan membentuk tim untuk meninjau langsung dugaan dampak…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
2 jam lalu
DPR memanggil manajemen TikTok dan Tokopedia.
Nasional

Isu PHK TikTok Menggema, DPR Beberkan Fakta Setelah Panggil Manajemen

Ramainya isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di TikTok yang beredar di…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menyambut kedatangan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong (kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026). (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S)
Nasional

Prabowo ke PM Singapura: Kalau Ada Salah Paham, Kita Selesaikan Secara Terbuka

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, eratnya hubungan Indonesia dan Singapura saat menerima kunjungan…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
4 jam lalu
Natalia, perempuan nelayan suku Kamoro, Papua Tengah, saat RDPU dengan Komisi IV DPR, 6 Juli 2026.
Nasional

Curhat Mama Nelayan Suku Kamoro: Dikepung Limbah Freeport, Ditindas Kapal Luar

Natalia, seorang perempuan nelayan suku Kamoro, mengeluhkan dampak limbah PT Freeport Indonesia…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up