Suasana diskusi bertajuk Prospek Demokrasi Elektoral 2029: Telaah atas Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu di Auditorium Bahtiar Effendy Gedung FISIP UIN Jakarta, berlangsung serius tapi santai.
Dalam pembukaan forum, Guru Besar Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Burhanuddin Muhtadi, melontarkan candaan kepada sesama akademisi, Saiful Mujani, yang mengundang gelak tawa peserta.
Di sela-sela pembahasan mengenai masa depan demokrasi elektoral Indonesia, Burhanuddin menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sipil dalam mengawal proses RUU Pemilu menjelang kontestasi politik 2029.
Kita membicarakan satu agenda besar tentang nasib demokrasi elektoral kita di 2029 yang seharusnya bersih dari cawe-cawe dan seharusnya menuntut partisipasi aktif dari masyarakat sipil,”
kata Burhanuddin Muhtadi dalam sambutan pembukaan acara, Selasa, 7 Juli 2026.
Ia mengatakan forum tersebut juga bertujuan memperoleh gambaran mengenai perkembangan pembahasan RUU Pemilu yang dinilai akan menentukan arah demokrasi Indonesia ke depan.
Untuk itu, kita ingin mendengar perjalanan revisi Undang-Undang Pemilu, sejauh mana progresnya,”
ujarnya.
Di tengah pengarahannya, Burhanuddin kemudian menyelipkan candaan ke Saiful Mujani yang langsung disambut tawa para peserta diskusi.
Untung beliau belum dipenjara ya. Kita undang, kita maksimalkan,”
ucapnya.
Burhanuddin melanjutkan kelakarnya dengan mengatakan bahwa kesempatan menghadirkan Saiful Mujani dalam forum tersebut perlu dimanfaatkan sebaik mungkin.
Karena kalau sudah dipenjara, kita pusing nanti cari penggantinya. Jadi sebelum kasusnya berlanjut, kita maksimalkan, kita kapitalisasi,”
ucapnya yang kembali mengundang tawa hadirin yang datang.
Selain akademisi, Saiful Mujani juga adalah peneliti senior, dan Guru Besar Ilmu Politik di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia dikenal luas sebagai pelopor survei opini publik di Indonesia serta pendiri lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).





















