Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani menilai, kualitas demokrasi Indonesia mengalami tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Mengacu pada data yang disebutnya berasal dari pengukuran V-Dem, Saiful mengatakan skor demokrasi Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berada di level 0,30 yang menurutnya merupakan titik terendah sejak era Reformasi.
Saiful menjelaskan, perjalanan demokrasi Indonesia mengalami pasang surut sejak masa awal kemerdekaan. Menurutnya, kualitas demokrasi sempat meningkat setelah Reformasi 1998 dan mencapai titik terbaik pada periode awal pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Pada masa reformasi, kemajuan terbaik dicapai sekitar tahun 2009, atau setidaknya sejak 2004 sampai 2009, yaitu pada awal pemerintahan SBY. Itu puncak demokrasi kita,”
kata Saiful Mujani dałam diskusi bertajuk Prospek Demokrasi Elektoral 2029: Telaah atas Revisi Undang-Undang (RUU), Selasa, 7 Juli 2026.
Setelah periode tersebut, sambungnya, tren demokrasi mulai mengalami penurunan. Dalam penilaiannya, kemunduran itu mulai terlihat pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dan berlanjut hingga sekarang.
Mulai menurun pada zaman Pak Jokowi. Periode pertama sudah menurun, periode kedua lebih menurun lagi. Sudah tidak demokratis lagi pada periode terakhir,”
ungkapnya.
Saiful menyebut, berdasarkan ukuran V-Dem yang ia rujuk, skor demokrasi Indonesia pada 2024 berada di angka 0,33. Kondisi terkini, kata dia menunjukkan penurunan lebih lanjut.
Dan sekarang kondisi demokrasi kita, dengan berbagai persoalan tersebut, skornya menjadi 0,30,”
ucapnya.
Dalam pandangannya, angka tersebut menempatkan kondisi demokrasi Indonesia saat ini sebagai yang terendah sepanjang era Reformasi.
Jadi sekarang ini, pada masa reformasi, kalau menggunakan ukuran ini, yang terendah adalah pada masa pemerintahan Pak Prabowo sekarang ini. Itu kondisi kita,”





















