Rupiah diperdagangkan melemah pada Rabu pagi, 8 Juli 2026. Nilai tukar rupiah anjlok 0,08 persen atau 14 poin ke level Rp17.994 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi ini didorong oleh memanasnya konflik di Timur Tengah. Eskalasi di Timur Tengah kembali memanas usai militer AS menyerang Iran.
Eskalasi di Timur Tengah, penguatan dolar AS,”
kata Lukman kepada Owrite, Rabu, 8 Juli 2026.
Berpeluang Menguat
Namun, Lukman memperkirakan rupiah akan menguat terbatas pada hari ini. Hal ini didorong oleh naiknya posisi cadangan devisa menjadi US$145,6 miliar per Juni 2026, dibandingkan posisi akhir Mei 2026 sebesar US$144,9 miliar.
Rupiah diperkirakan berpeluang menguat terbatas terhadap dolar AS didukung oleh data cadangan devisa yang naik kemarin,”
tuturnya.
Meski demikian, Lukman mengatakan bahwa investor masih wait and see mengatisipasi indeks kepercayaan konsumen yang akan dirilis oleh Bank Indonesia (BI) pada hari ini.
Adapun pada perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp17.950 per dolar AS hingga Rp18.050 per dolar AS.






















