Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,35 persen ke level 5.903 pada pembukaan perdagangan Senin, 13 Juli 2026.
Nilai transaksi IHSG sebesar Rp572,5 miliar, dengan melibatkan 1,5 miliar saham dalam 347 ribu kali transaksi. Ada 257 saham turun, 243 tidak bergerak, dan 188 naik.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG akan menguat, namun IHSG rawan terkoreksi pada perdagangan hari ini.
“IHSG potensi naik untuk tes resistance di 5.950-6.050. Hati-hati sepanjang belum break di atas ,050, IHSG masih rentan kembali koreksi,”
ujar Fanny.
Pasar Asia
Fanny menjelaskan untuk bursa Asia sebagian menguat pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026. Penguatan mayoritas berasal dari saham-saham semikonduktor dan Artificial Intelligence (AI).
“Investor mengesampingkan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, sementara perhatian pasar terfokus pada pencatatan perdana saham produsen chip Korea Selatan, SK Hynix, di Wall Street,”
kata dia.
Adapun di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,2 persen dan Topix menguat 0,39 persen. Lalu di Korea Selatan, indeks Kospi melesat 2,5 persen dan Kosdaq melonjak 5,5 persen.
Selain itu, Hang Seng Hong Kong naik 0,6 persen, dan ASX 200 Australia bertambah 0,5 persen. Sedangkan, Taiex Taiwan melemah 0,8 persen dan dataran China turun 2 persen.
Lantas untuk perdagangan hari ini, Fanny memproyeksikan IHSG akan bergerak di level support 5.850 hingga 5.870, sementara level resist di kisaran 5.970 hingga 6.050.



























