Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 10 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Yogyakarta Diguyur Udara Dingin Saat Kemarau, Ternyata Ini Penyebab Fenomena Bediding
Hype

Yogyakarta Diguyur Udara Dingin Saat Kemarau, Ternyata Ini Penyebab Fenomena Bediding

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
Last updated: Juli 13, 2026 4:00 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Monumen Tugu Yogyakarta
Suasana pagi di Monumen Tugu Jogyakarta. (Foto: unsplash Angga Kurniawan)
SHARE

Fenomena bediding kembali dirasakan warga Yogyakarta dalam beberapa pekan terakhir. Suhu udara pada malam hingga pagi hari terasa jauh lebih dingin dibandingkan biasanya.

Daftar isi Konten
  • Kenapa Bediding Terjadi saat Kemarau?
  • Dampak Fenomena Bediding

Banyak yang mengira udara dingin ini dipicu karena hujan atau cuaca ekstrem. Padahal, kondisi itu merupakan fenomena alam yang lazim terjadi saat musim kemarau di sejumlah wilayah Pulau Jawa, khususnya Yogyakarta.

Dalam masyarakat Jawa, fenomena ini dikenal dengan sebutan bediding. Tapi, apa sebenarnya yang menyebabkan fenomena bediding terjadi?

Melansir dari laman Pemerintah Kota Yogyakarta, 13 Juli 2026, simak penjelasan lengkapnya soal penyebab fenomena bediding di Yogyakarta.

Baca juga:
BNPB Siapkan Dua Jurus Luruhkan Abu Vulkanik Anak Krakatau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu…
Kejar Hujan Alami, BNPB Kerahkan 3 Pesawat OMC Jinakkan Karhutla… Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah kekuatan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk…
Jakarta Berpayung Langit Cerah Hari Ini, Suhu Tembus 35 Derajat… Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di DKI Jakarta bervariasi…
  • BNPB Siapkan Dua Jurus Luruhkan Abu Vulkanik Anak Krakatau
  • Kejar Hujan Alami, BNPB Kerahkan 3 Pesawat OMC Jinakkan Karhutla Kalbar
  • Jakarta Berpayung Langit Cerah Hari Ini, Suhu Tembus 35 Derajat Celsius

Fenomena bediding merupakan kondisi cuaca yang ditandai dengan suhu udara yang terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari. Namun, berubah menjadi cukup panas pada siang hari.

Fenomena bediding umum terjadi saat puncak musim kemarau termasuk di Yogyakarta.

Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk mewaspadai fenomena ini.

Kenapa Bediding Terjadi saat Kemarau?

Analis Kebijakan Ahli Muda BPBD Kota Yogyakarta Iswari Mahendrarko menjelaskan bediding terjadi karena berkurangnya tutupan awan saat musim kemarau. Kondisi itu membuat panas matahari lebih mudah mencapai permukaan bumi pada siang hari, dan lebih dingin saat malam hari.

Fenomena ini juga diperkuat oleh angin Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin ke wilayah selatan Indonesia, termasuk Yogyakarta. Akibatnya, suhu udara pada malam hingga pagi hari dapat berkisar antara 19–21 derajat Celsius. Adapun pada siang hari meningkat hingga 31–32 derajat Celsius.

Citilink Buka 5 Rute Baru Mulai Hari Ini, Yogyakarta Jadi Hub Penerbangan Baru

BPBD juga menyebut pengaruh El Nino turut menyebabkan musim hujan datang lebih lambat sehingga musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Dampak Fenomena Bediding

Udara yang lebih kering dan berdebu berpotensi memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk, flu, iritasi saluran pernapasan, hingga menurunkan daya tahan tubuh.

Di sisi lain, suhu yang tinggi pada siang hari meningkatkan risiko dehidrasi dan heat stroke, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Musim kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran.

Baca juga:
Prakiraan Cuaca Jakarta 2 September 2026: Cerah Berawan, Suhu hingga… Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah DKI Jakarta,…
Kesedihan Megawati: Bencana, Anomali Cuaca, Salju Grasberg Makin Meleleh Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mengaku sedih melihat berbagai bencana alam…
Cuaca Jakarta Rabu 26 Agustus: Cerah dengan Suhu Tembus 35… Warga DKI Jakarta perlu mencermati prakiraan cuaca sebelum memulai aktivitas pada Rabu,…
  • Prakiraan Cuaca Jakarta 2 September 2026: Cerah Berawan, Suhu hingga 35 Derajat
  • Kesedihan Megawati: Bencana, Anomali Cuaca, Salju Grasberg Makin Meleleh
  • Cuaca Jakarta Rabu 26 Agustus: Cerah dengan Suhu Tembus 35 Derajat, Kepulauan…

BPBD Kota Yogyakarta mengimbau agar masyarakat menggunakan pakaian hangat, memperbanyak konsumsi air putih. Selain itu, masyarakat diimbau mengonsumsi makanan bergizi, dan memakai masker saat beraktivitas di lingkungan berdebu.

Selain itu, warga diimbau tak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di lahan kering, serta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman guna mencegah kebakaran.

Lalu, masyarakat diimbau menghemat penggunaan air sebagai langkah antisipasi bila musim kemarau berlangsung lebih panjang akibat pengaruh El Nino.

Tag:BedidingcuacaFenomena AlamJawaYogyakarta
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Trending di OWRITE
Heboh Teori Konspirasi Erupsi Enam Gunung Api Ala Ulta Levenia, Netizen: “Gaya Obrolan Cowok jam 12 Malam!”
By Ani Ratnasari
Tangkap layar dari YouTube Bukan Kaleng-kaleng
1
Viral Momen Teddy Turunkan Mic Prabowo Saat Rapat Bencana, Netizen: “Seakrab Itu?”
By Ani Ratnasari
Penampakan Tangan Setkan Teddy arahkan microfon Presiden Prabowo. (Sumber: X/@txtdrimedia)
2
Persija Jakarta Dikaitkan dengan Ivan Mamut, Shin Tae-yong Akhirnya Buka Suara
By Hadi Febriansyah
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong
3
Bukan Cuma Reshuffle, Prabowo Diminta Hapus Semua Wamen demi Efisiensi Anggaran
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) bersiap memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
4
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 9 September 2026: Jaktim Hujan Ringan, Lima Wilayah Lain Cerah
By Syifa Fauziah
Ilustrasi prakiraan cuaca di Jakarta.
5

BERITA LAINNYA

Warga melintas di samping bangunan sekolah yang rusak akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT
Hype

SD di NTT Nyaris Rubuh dan Nggak Ada Listrik Malah Dapat Smart TV, Netizen: “Layar Sentuh yang Hanya Bisa Disentuh”

Bayangkan sebuah sekolah dengan dinding bambu bambu dengan banyak lubang yang menganga,…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menebar benih padi di kawasan Danau Semayang
Hype

Bupati Kukar Tebar 1 Ton Benih Padi di Danau Semayang, Videonya Viral Bikin Netizen Heran

Viral video yang memperlihatkan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menebar…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
11 jam lalu
Ilustrasi saat berdoa
Hype

Doa Memohon Keselamatan dan Perlindungan dari Segala Bencana

Indonesia kembali menghadapi berbagai bencana di sejumlah wilayah. Hingga 7 September 2026,…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Ilustrasi Ibu sedang memberikan makanan kepada anaknya
Hype

Kenapa Makanan yang Sama Bisa Bikin Reaksi Berbeda pada Tiap Orang? Ini Penjelasan Ahli

Apakah kamu pernah bertanya-tanya, mengapa makanan yang sama tapi reaksinya justru beda-beda…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up