Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia di kancah internasional. Tujuh siswa MAN 1 Medan sukses membawa pulang medali emas dalam ajang Japan Design Idea and Invention Expo yang digelar di Osaka, Jepang.
Penghargaan tersebut diraih berkat inovasi mereka yang mengubah limbah organik dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya kulit buah, menjadi bahan campuran pembuatan bata dan genteng ramah lingkungan.
Delegasi MAN 1 Medan diperkuat oleh 7 siswa, yaitu Rafa Ruzain Ahmad, Tiara Qalbi Aswani, Azka Azzahra Putri Dalimunthe, Sandria Shelba Yafizham Harahap, Ariq Zaidan Dhiaufa Siregar, Zahraa Putri Syahbana, dan Fauzul Huda. Mereka dibimbing Muhammad Doni Anggara, Ulfa Mashitah, dan Ahmad Zaki Mubarak yang mendampingi proses penelitian hingga presentasi di Jepang.
Limbah Organik
Melansir dari instagram @taubatters, inovasi tersebut lahir dari kepedulian para siswa terhadap meningkatnya jumlah limbah organik yang dihasilkan dari pelaksanaan program MBG di sekolah.
Melalui serangkaian penelitian selama kurang lebih dua bulan, mereka melakukan berbagai uji coba untuk menemukan formula terbaik dalam mengolah kulit buah menjadi material bangunan.
Dalam prosesnya, tim sempat mengalami beberapa kali kegagalan. Namun, mereka akhirnya berhasil menemukan komposisi yang tepat antara bubuk kulit buah dan tanah liat. Hasilnya, material yang dihasilkan memiliki kekuatan tinggi, tahan terhadap proses pembakaran, serta mampu menopang beban hingga 80 kilogram.
Berkat inovasi tersebut, tim MAN 1 Medan berhasil mengungguli ratusan peserta dari berbagai negara, di antaranya China, Thailand, Inggris, dan Arab Saudi.
Tak hanya meraih medali emas, karya inovatif tersebut juga telah memperoleh Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Penemuan ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi limbah organik dari Program Makan Bergizi Gratis sekaligus menghadirkan material bangunan yang lebih ramah lingkungan.
Keberhasilan para siswa MAN 1 Medan ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan inovasi generasi muda Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia serta memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan lingkungan melalui pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna.




















