Kesibukan pekerjaan, tugas kuliah, hingga aktivitas sehari-hari membuat banyak orang dewasa kerap mengorbankan waktu tidur. Tak sedikit yang memilih begadang, dan akibatnya kurang tidur sering kali dianggap sebagai hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.
Padahal, tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat. Saat tidur, tubuh menjalankan berbagai proses penting, mulai dari memperbaiki sel dan jaringan, menjaga daya tahan tubuh, hingga mendukung fungsi otak agar tetap optimal.
Ini adalah tanda bahwa tidur tetap menjadi kebutuhan bagi orang dewasa. Lalu berapa waktu tidur orang dewasa yang disarankan? Melansir dari laman Halodoc (24 Mei 2024), berikut penjelasan tentang rekomendasi waktu tidur orang dewasa.
Banyak Orang Indonesia Masih Kurang Tidur
Kurang tidur masih menjadi persoalan yang dialami banyak masyarakat Indonesia. Berdasarkan survei YouGov yang dilakukan pada Desember 2023, sebanyak 51 persen masyarakat Indonesia mengaku tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup. Selain itu, 24 persen responden menilai kualitas tidur mereka tergolong buruk.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa masih banyak orang yang belum memiliki kebiasaan tidur yang sehat, padahal tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik maupun mental.
Rekomendasi Durasi Tidur Ideal
Para ahli merekomendasikan agar orang dewasa mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap malam. Orang dewasa muda berusia 18–25 tahun dianjurkan tidur selama 7–9 jam per malam. Rekomendasi yang sama juga berlaku bagi orang dewasa berusia 26–64 tahun, yaitu sekitar 7–9 jam setiap malam.
Sementara itu, lansia berusia 65 tahun ke atas disarankan tidur selama 7–8 jam per malam. Durasi tersebut dinilai cukup untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, fungsi otak, serta mendukung kualitas hidup seiring bertambahnya usia.
Pentingnya Pola Tidur yang Baik
Tidur yang cukup juga berpengaruh terhadap hormon ghrelin dan leptin yang mengatur nafsu makan. Ghrelin berfungsi meningkatkan rasa lapar, sedangkan leptin memberikan sinyal kenyang.
Kurang tidur dalam jangka panjang dapat menurunkan kadar leptin hingga 15,5 persen dan meningkatkan kadar ghrelin hingga 14,9 persen. Akibatnya, nafsu makan meningkat sehingga risiko kelebihan berat badan atau obesitas menjadi lebih tinggi.
Selain itu, tidur yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan kulit, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.
Cara Menciptakan Kebiasaan Tidur yang Sehat
Agar kualitas tidur tetap terjaga, ada beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan, antara lain:
- Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk saat akhir pekan.
- Hindari makan dalam porsi besar sekitar dua jam sebelum tidur untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan dan refluks asam lambung.
- Batasi konsumsi minuman berkafein maupun beralkohol, terutama pada sore dan malam hari.
- Jauhkan gawai serta matikan televisi setidaknya satu jam sebelum tidur karena paparan cahaya layar dapat mengganggu produksi hormon melatonin.
- Ciptakan suasana kamar yang nyaman dengan meredupkan lampu dan menjaga ruangan tetap sejuk.
- Gunakan aromaterapi untuk membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.
Mencukupi kebutuhan tidur setiap malam merupakan salah satu langkah sederhana untuk menjaga kesehatan tubuh. Tidur yang cukup membuat tubuh dapat beristirahat secara optimal sehingga kesehatan fisik, mental, dan kualitas hidup tetap terjaga.





















