Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menanggapi dengan santai isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang kembali mencuat.
Dody bilang menegaskan keputusan mengenai reshuffle sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Ia enggan berspekulasi mengenai posisinya di kabinet.
Aduh, elu itu masa gue ngalah-ngalahin Presiden. Itu hak prerogatif bos. Ampun bos, ampun,”
kata Dody di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
Dody mengakui kerap dipanggil Presiden Prabowo. Namun, ia menegaskan pertemuan itu merupakan hal yang biasa dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Menurut dia, hal itu bukan berkaitan dengan evaluasi jabatan maupun isu reshuffle.
Kalau dipanggil ya sering, tiap saat. Tapi enggak, enggak ada urusan begituan lah,”
ujar Dody.
Ia juga membantah sudah menerima arahan khusus dari Presiden terkait polemik perjalanan dinas yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Saat ditanya apakah pernah dipanggil untuk membahas persoalan itu, Dody mengaku belum ada.
Enggak ada. Enggak. Belum ada, belum ada,”
ujarnya.
Menteri PU Dody tengah jadi sorotan publik karena hebohnya Surat Sekretaris Jenderal Kementerian PU Nomor HL04/T/Sj/2026/81 tertanggal 29 Juni 2026 beredar luas di media sosial. Dokumen itu memuat daftar delegasi kunjungan kerja Menteri PU Dody Hanggodo Lasmono ke New York pada 13–19 Juli 2026.
Sebab, yang jadi sorotan karena muncul nama istri Dody yakni Irma Hermawati, serta putrinya, Aurellia Tsabitha Meidirama dalam daftar tersebut.
Jadwal perjalanan ke New York itu juga berdekatan dengan pelaksanaan final Piala Dunia FIFA 2026 di AS. Kondisi itu memunculkan spekulasi di media sosial bahwa Dody dan keluarga diduga ke AS untuk nonton final Piala Dunia.

























