Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan Rabu, 22 Juli 2026. IHSG menghijau sebesar 0,34 persen ke level 6.361.
Nilai transaksi IHSG sebesar Rp498,8 miliar, dengan melibatkan 1,3 miliar saham dalam 99 ribu kali transaksi. Sebanyak 104 saham turun, 259 tidak bergerak, dan 286 naik.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG akan menghijau pada perdagangan hari ini. Namun, ia mewanti-wanti adanya potensi koreksi.
IHSG sudah break di atas resistance kuat di 6.300-6.320. Jika IHSG terus bertahan di atas 6.300, maka IHSG berpotensi lanjut naik hingga 6.700-6.850 middle term. Tapi, hati-hati jika break kembali di bawah 6.300, potensi koreksi lagi ke 6.000,”
ujar Fanny dalam analisisnya Rabu, 22 Juli 2026.
Pasar Asia Menguat


Fanny menuturkan, mayoritas bursa Asia menguat pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026. Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 3,26 persen dan Topix meningkat 2,44 persen.
Sedangkan Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,04 persen, Taiex Taiwan melonjak 4,2 persen, dan ASX 200 Australia naik 0,02 persen. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi naik 3,56 persen dan Kosdaq menguat 0,49 persen, Straits Times bertambah 0,45 persen, dan FTSE Malaysia berkurang 0,11 persen.
Kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memberi investor alasan untuk berhati-hati, menambah pergeseran keluar dari saham teknologi,”
tuturnya.
Lantas untuk perdagangan hari ini, Fanny memperkirakan bahwa IHSG akan bergerak di level support 6.230 hingga 6.300. Sedangkan level resist IHSG di kisaran 6.380 hingga 6.470.























