Psikolog sekaligus dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Institut Pertanian Bogor (IPB) Rahmi Damayanti menanggapi lagu kontroversial Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein.
Lagu berjudul ‘Lalaki Langit, Lalaki Bejat’ itu menuai kritik luas dari berbagai pihak karena dinilai merendahkan kaum perempuan.
Menurut Rahmi, besarnya respons masyarakat terhadap polemik tersebut justru merupakan sinyal positif. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki kepekaan terhadap karya atau informasi yang dianggap tidak sejalan dengan nilai-nilai yang mereka yakini.
Kepekaan ini penting karena menunjukkan masyarakat tidak apatis terhadap nilai yang berkembang di sekitarnya. Lingkungan informasi yang sehat juga menjadi modal penting bagi keluarga dalam menanamkan nilai kehidupan,”
kata Rahmi, dalam keterangannya, Rabu, 22 Juli 2026.
Rahmi mengingatkan dampak jika narasi yang merendahkan seseorang dianggap sebagai candaan atau sesuatu yang lumrah. Menurut dia, dampaknya itu bukan hanya dirasakan oleh kelompok yang menjadi sasaran.
Namun, menurutnya juga bisa mengikis nilai-nilai dasar dalam kehidupan bermasyarakat.
Dia mengatakan normalisasi narasi yang merendahkan berpotensi melemahkan sikap saling menghargai. Selain itu, bisa merendahkan sikap saling menjaga, dan menghormati sesama sebagai pribadi yang bermartabat.
Maka itu, ia mengingatkan polemik ini sebaiknya jadi momentum untuk menegaskan kembali peran keluarga sebagai tempat pertama menanamkan penghormatan terhadap martabat setiap manusia.
Rahmi menekankan setiap narasi yang merendahkan seseorang, baik perempuan maupun laki-laki, berpotensi memengaruhi cara keluarga memandang nilai-nilai yang ingin diwariskan kepada anggotanya. Karena itu, ruang publik perlu menghadirkan konten yang menghormati martabat manusia.
Rahmi berharap masyarakat bisa semakin bijaksana dalam menyikapi maupun menghasilkan karya di ruang publik. Menurutnya, setiap karya memiliki ruang untuk berekspresi.
Namun, setiap karya juga mengemban tanggung jawab moral karena akan diterima dan dimaknai oleh masyarakat, termasuk keluarga.
Lebih lanjut, ia menambahkan keluarga, masyarakat, media, dan para pembuat karya memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun lingkungan informasi yang sehat.
Dengan kolaborasi itu, ruang publik diharapkan bisa mendukung tumbuhnya nilai-nilai yang menghargai martabat manusia sekaligus memperkuat nilai kehidupan berkeluarga.
Rahmi mengatakan keluarga tak hidup terpisah dari lingkungan. Setiap hari, keluarga menerima berbagai informasi melalui media, karya seni, maupun ruang publik yang kemudian dimaknai dan bisa memengaruhi nilai-nilai yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari.
Yang terpenting bukan sekadar polemik sebuah lagu. Tapi, bagaimana kita bersama-sama menghadirkan ruang informasi yang ramah keluarga dan menjunjung tinggi martabat setiap manusia,”
lanjut Rahmi.
Bupati Purwakarta Om Zein jadi sorotan publik setelah lagu ‘Lalaki Langit, Lalanang Bejat‘ ciptaannya dikecam banyak pihak. Lagu tersebut dinilai merendahkan martabat perempuan.
Imbas lagu itu, bupati kontroversial itu diperiksa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Om Zein diperiksa 8 jam dan dicecar 60 pertanyaan soal pembuatan dan publikasi lagu.
























