Dalam Peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center, Presiden Prabowo Subianto menyebut masih ada “Londo Ireng” di Indonesia, yakni pihak yang lebih mengutamakan kepentingan bangsa lain dibanding kepentingan nasional.
Sebelum menyinggung soal “Londo Ireng”, dia lebih dulu mengkritik pemberitaan sejumlah media yang ia anggap hanya menyorot sisi negatif kinerja pemerintah, termasuk program renovasi sekolah.
“Ada juga media-media yang (membingkai) walaupun kami sudah perbaiki 67.000 sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki,”
kata Prabowo.
Menurutnya, media tersebut sengaja menampilkan sekolah yang belum direnovasi di halaman depan untuk membangun persepsi negatif terhadap pemerintah.
“Dia foto besar, taruh di halaman pertama. Aduh… Dia kira kami enggak mengerti? Saya enggak sebut (nama) media itu. Kalau saya sebut, ya, pada saatnya akan saya sebut. Kalian sudah tahu itu. (Indonesia) negara demokrasi, kami tidak anti kritik, tapi kami bukan anak kecil,”
ujar Prabowo.
Londo Ganti Seragam
Prabowo menegaskan pemerintah tidak anti terhadap kritik. Namun, ia berpendapat ada segelintir pihak yang justru mengabdi kepada kepentingan negara lain.
“Kami tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu disebut ‘Londo Ireng’. Iya, yang ikut Belanda perang lawan (rakyat), ‘Londo Ireng’ ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain,”
kata dia.
Ia juga menyinggung profesi tertentu seperti jurnalis, pengamat, bahkan lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta menegaskan publik perlu tahu pendonor aktivitas mereka.
“Wartawan, jurnalis, pengamat, LSM, harus kami tanya, yang menggajimu siapa? Siapa yang bayar listrikmu, ponselmu? Cari pekerjaan susah, Anda tahu kan?”
lanjut Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo kembali menyinggung berbagai prediksi yang menyebut Indonesia akan runtuh. Ramalan tersebut terus berulang, misalnya menyebutkan Indonesia kolaps setiap bulan namun hingga kini tidak pernah terbukti.
“Jadi saudara-saudara, kami paham ada kampanye besar untuk (bikin negara ini) goyah. Indonesia (diprediksi) akan kolaps, tiap bulan akan kolaps,”
tutur Prabowo.

























