Mata minus, plus, dan silinder merupakan gangguan refraksi mata yang cukup umum terjadi. Ketiganya sama-sama memengaruhi kemampuan melihat dengan jelas, tetapi memiliki penyebab, gejala, serta cara kerja yang berbeda.
Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap ketiganya sama atau bahkan sulit membedakannya.
Padahal, mengetahui perbedaan mata minus, plus, dan silinder sangat penting agar penanganan yang dilakukan sesuai dengan kondisi yang dialami.
Lantas, apa saja perbedaan ketiga gangguan penglihatan tersebut? Melansir dari laman Halodoc, 24 Juni 2025, berikut penjelasan lengkapnya.
Mata Minus (Miopi)
Mata minus atau miopi adalah gangguan refraksi yang membuat seseorang kesulitan melihat objek yang berada pada jarak jauh. Kondisi ini terjadi karena cahaya yang masuk ke mata difokuskan di depan retina, bukan tepat di retina.
Akibatnya, objek yang letaknya jauh akan terlihat buram, sedangkan objek yang dekat masih dapat terlihat dengan jelas.
Penyebabnya banyak, mulai dari kebiasaan membaca lewat gadget dengan jarak terlalu dekat dalam waktu yang lama, faktor keturunan, atau kurangnya aktivitas di luar ruangan.
Seseorang yang mengalami mata minus umumnya akan merasakan beberapa gejala berikut:
- Penglihatan menjadi buram saat melihat objek yang berada jauh.
- Sering menyipitkan mata agar objek terlihat lebih jelas.
- Mata mudah lelah, terutama setelah berkendara, belajar, atau menatap layar dalam waktu lama.
- Sakit kepala akibat mata terus bekerja lebih keras untuk memfokuskan penglihatan.
Mata Plus (Hipermetropi)
Mata plus atau hipermetropi adalah gangguan refraksi yang menyebabkan seseorang kesulitan melihat objek yang berada pada jarak dekat.
Kondisi ini terjadi karena cahaya yang masuk ke mata difokuskan di belakang retina, sehingga objek yang berada dekat terlihat buram.
Pada beberapa kasus, penderita masih dapat melihat objek jauh dengan cukup jelas, terutama jika usianya masih muda.
Biasanya penyebab utamanya karena usia sudah lebih dari 40 tahun. Namun bisa juga karena riwayat hipermetropi dalam keluarga, atau karena kondisi medis tertentu seperti diabetes, tumor atau kanker mata.
Gejala mata plus umumnya muncul saat melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus pada jarak dekat, seperti membaca atau menggunakan ponsel. Adapun secara fisik yang dirasakan yaitu:
- Penglihatan buram saat melihat benda dari jarak dekat.
- Mata cepat lelah setelah membaca atau bekerja dalam waktu lama.
- Sering menyipitkan mata agar objek terlihat lebih jelas.
- Sakit kepala setelah melakukan aktivitas yang memerlukan fokus pada objek dekat.
Mata Silinder (Astigmatisme)
Ini adalah gangguan refraksi yang terjadi ketika bentuk kornea atau lensa mata tidak melengkung secara sempurna. Kondisi ini menyebabkan cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus pada satu titik di retina, melainkan menyebar ke beberapa titik.
Akibatnya, penglihatan menjadi kabur, berbayang, atau tampak terdistorsi, baik saat melihat objek dekat maupun jauh.
Faktor yang menyebabkan mata menjadi silinder yaitu karena bentuk kornea atau lensa mata tidak simetris, mata minus atau plus yang berat, keturunan silinder di keluarga, cedera pada mata, pernah menjalani operasi mata (katarak misalnya), atau karena adanya jaringan parut di bekas luka kornea.
Berbeda dengan mata minus dan plus yang kesulitan melihat jarak jauh atau dekat, gejala silinder dapat bervariasi tergantung tingkat keparahannya. Adapun gejala yang umum terjadi yaitu:
- Penglihatan kabur atau berbayang saat melihat objek dekat maupun jauh.
- Mata terasa tegang, lelah, atau tidak nyaman setelah beraktivitas.
- Sering mengalami sakit kepala akibat mata bekerja lebih keras untuk fokus.
- Kesulitan membaca atau mempertahankan fokus pada tulisan.
- Sulit melihat dengan jelas saat berada di tempat yang minim pencahayaan.
- Sering menyipitkan mata agar penglihatan terasa lebih jelas.
Meskipun sama-sama termasuk gangguan refraksi, mata minus, plus, dan silinder memiliki penyebab, gejala, serta cara penanganan yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri masing-masing agar tidak salah mengira kondisi yang dialami.



















