Direktur Eksekutif Nagara Institute Akbar Faizal mengkritik Kejaksaan Agung karena memperlakukan berbeda tersangka dugaan korupsi dan pencucian uang Febrie Adriansyah saat proses penahanan.
Kenapa kalian mengalah? Jika dia tak mau keluar gedung dalam kondisi terborgol dan berompi maka seret dia seperti gaya kalian pada orang lain yang tak punya kuasa dan jaringan elite,”
tulis Akbar Faizal di X pribadinya yang dikutip pada Minggu, 26 Juli 2026.
Akbar menilai penegakan hukum seharusnya dilakukan dengan standar yang sama terhadap setiap tersangka tanpa membedakan latar belakang, jabatan, maupun pengaruh yang dimiliki.
Perlakuan yang berbeda justru dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Secara sadar kalian mengajari kami cara mencemooh lembaga hebat ini. Bekas komandan kalian itu telah selesai,”
lanjut Akbar.
Ia juga meminta Kejaksaan Agung tidak lagi memberikan perlakuan istimewa kepada Febrie Adriansyah dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Biarkan dia mengurusi dirinya sendiri dan jaringan jahatnya. Kini, waktu dan kesempatan kalian bertindak benar,”
ucap Akbar.
Dikatakan mantan politisi Partai Nasdem itu penanganan perkara yang menjadi perhatian publik tersebut akan menjadi ukuran integritas Kejaksaan Agung dalam menegakkan hukum secara adil.
Dia berpendapat masyarakat, termasuk generasi muda, akan melihat institusi penegak hukum memperlakukan setiap orang yang berhadapan dengan hukum.
Beri kebanggaan bagi anak-anakmu. Mereka menonton dan membaca kasus super jahat ini,”
tegas Akbar.
Di akhir pernyataannya, Akbar mengingatkan pentingnya Kejaksaan Agung menjaga integritas institusi melalui proses penegakan hukum yang konsisten dan tidak tebang pilih.
Kecuali kalian memang tak berniat meninggalkan legacy buat mereka. Maka celakalah kalian!,”
tutup Akbar.






















