Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 27 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Rumah Tak Lagi Aman, 20.573 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Lingkungan Keluarga
Nasional

Rumah Tak Lagi Aman, 20.573 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Lingkungan Keluarga

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Juli 27, 2026 8:54 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 jam lalu
Share
Ilustrasi anak perempuan menutup mukannya.
Ilustrasi anak perempuan menutup mukannya.(unsplash.com)
SHARE

Rumah yang semestinya menjadi tempat paling aman bagi anak justru masih menjadi lokasi dengan angka kekerasan tertinggi di Indonesia.

Kondisi tersebut menjadi alarm bahwa sistem perlindungan anak belum mampu menjangkau lingkungan terdekat tempat anak tumbuh dan berkembang.

Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Made Natasya Restu Dewi Pratiwi, mengungkapkan data kumulatif Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PPA) per Januari 2026.

Dalam data tersebut menunjukkan mayoritas korban kekerasan masih didominasi anak dan perempuan usia 13–17 tahun sebanyak 13.216 korban. Sementara itu, rumah tangga menjadi lokasi dengan jumlah kasus kekerasan tertinggi, yakni mencapai 20.573 kasus.

Rumah yang seharusnya menjadi ruang paling aman justru masih menjadi lokasi kekerasan terbanyak. Fakta ini menunjukkan bahwa perlindungan anak belum berhasil menjangkau lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan anak,”

ujar Natasya dalam keterangannya di Jakarta, Senin 27 Juli 2026.

Sementara itu, tanpa penguatan sistem perlindungan dari level keluarga, sekolah, komunitas, hingga ruang digital, berbagai regulasi yang kita miliki hanya akan bersifat reaktif.

Menurutnya, tingginya angka kekerasan di lingkungan rumah menunjukkan bahwa upaya perlindungan anak tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum setelah kasus terjadi.

Diperlukan pendekatan pencegahan yang melibatkan keluarga sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Merespons kondisi tersebut, Natasya mendesak pemerintah bersama DPR segera merevisi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Dengan revisi tersebut, mampu menjawab tantangan baru, seperti kekerasan seksual berbasis teknologi, perlindungan kesehatan mental anak, integrasi data kekerasan lintas sektor, hingga penguatan layanan perlindungan yang lebih terpadu.

Selain itu, implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) juga dinilai perlu diperkuat melalui pengawasan penanganan perkara yang lebih transparan dan berperspektif pada korban.

Tidak cukup hanya memperbaiki regulasi. Pemerintah juga perlu memperkuat kapasitas keluarga, guru, tenaga kesehatan, pengasuh daycare, aparat penegak hukum, dan masyarakat,”

kata Natasya.

Lanjut Natasya, untuk mengenali kekerasan sejak dini, maka perlu memperkuat perlindungan anak di ruang digital, mengintegrasikan kanal pelaporan yang ramah anak, serta memastikan setiap korban memperoleh pendampingan psikologis, layanan kesehatan, bantuan hukum, dan rehabilitasi sosial, paparnya.

Ia menambahkan, proses revisi kebijakan harus dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan anak, penyintas, organisasi masyarakat sipil, akademisi, tenaga kesehatan, pendidik, pemerintah daerah, hingga komunitas.

Keterlibatan berbagai pihak penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan perlindungan anak di lapangan, sekaligus memperkuat sistem pencegahan kekerasan dari lingkungan keluarga hingga ruang digital,”

tambahnya.
Tag:Berita PentingKekerasan anakKekerasan Dalam Rumah TanggaPerlindungan anak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Polisi Ungkap Kronologi Bentrok Maut di Jalan Tambak, Berawal dari Teguran Warga
By Syifa Fauziah
Bentrok di Jalan Tambak, Jakarta Pusat
1
Shin Tae-yong Buka Suara Usai Persija Tumbang dari Persebaya, Singgung Persiapan Singkat
By Hadi Febriansyah
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong
2
Febrie Dikritik Dapat Perlakuan Istimewa, MAKI: Semua Tersangka Harus Diperlakukan Sama!
By Rahmat Baihaqi
Tersangka mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (kanan) turun dari mobil tahanan setibanya di Rutan Cabang KPK, Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
3
Pria Diduga Karumga Eks Jampidsus Febrie Meninggal Misterius, Polisi Telusuri CCTV
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi garis polisi. (Sumber: Unsplash/ Ted Balmer)
4
Kualitas Masih Jauh, Kaesang Dinilai Sulit Tumbangkan Puan di Dapil Solo Raya
By Hardani Triyoga
Kaesang Pangarep, Anak dari Presiden ke-7 Joko Widodo. (Sumber: IG @kaesangp)
5

BERITA LAINNYA

Konferensi pers Panitia Seleksi Kabinet Bayangan di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.
Nasional

Ketiadaan Oposisi dan Zaken Kabinet: Feri Amsari dkk Bentuk “Kabinet Bayangan” Pertama

Panitia Seleksi resmi mengumumkan 15 nama yang akan memimpin kementerian dalam "Kabinet…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
21 menit lalu
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) didampingi Wakil Kepala BGN Trenggono (kiri) dan Agustina Arumsari (kanan) memberikan keterangan pers terkait penutupan dapur SPPG bermasalah di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Nasional

Tak Toleransi Standar Rendah, BGN “Gembok” Permanen 833 Dapur MBG Bandel

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan keputusan menghentikan operasional 833 dapur…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
1 jam lalu
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) didampingi Wakil Kepala BGN Trenggono (kiri) dan Agustina Arumsari (kanan) memberikan keterangan pers terkait penutupan dapur SPPG bermasalah di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Nasional

Janji Untung “Ugal-Ugalan” Dapur MBG Dibatalkan, Kepala BGN Buka Suara Soal Mitra Dikejar Utang

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengakui pada era pimpinan sebelum dia,…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
2 jam lalu
Petugas melayani wajib pajak untuk pengurusan layanan pajak saat Hari Pajak Nasional di Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Nasional

YLBHI Tolak Babinsa Urus Pajak: Rawan Korupsi dan Bikin “Alat Peras” Baru

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur berpendapat pelibatan Babinsa…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up