Direktur Executive Partner Politik Indonesia Abubakar Solissa menilai, keputusan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah pada Pemilu 2029 merupakan strategi politik yang tepat untuk membangun kredibilitas dan rekam jejak.
Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi investasi politik jangka panjang menuju kepemimpinan nasional, meski terlalu dini untuk memastikan kaitannya dengan Pilpres setelah 2029.
Saya melihat pencalonan ini sebagai bagian dari strategi membangun kredibilitas politik sekaligus memperkuat posisi PSI,”
kata Abubakar saat dihubungi Owrite, Selasa, 28 Juli 2026.
Abubakar menambahkan, pencalonan Kaesang tidak semata-mata bertujuan meraih satu kursi di DPR. Lebih dari itu, langkah tersebut dinilai sebagai upaya membangun fondasi politik yang lebih kuat bagi Kaesang maupun PSI dalam menghadapi dinamika politik nasional pada masa mendatang.
Langkah Kaesang maju ke DPR lebih tepat dibaca sebagai investasi politik jangka panjang, bukan sekadar mengejar satu kursi legislatif,”
ucapnya.
Dikatakannya, apakah langkah tersebut pada akhirnya akan bermuara pada pencalonan sebagai presiden atau wakil presiden setelah 2029 masih bergantung pada berbagai faktor, mulai dari kinerja Kaesang sebagai legislator, perkembangan elektoral PSI, hingga konfigurasi koalisi politik yang terbentuk.
Apakah pada akhirnya bermuara pada kontestasi Pilpres setelah 2029 masih bergantung pada banyak faktor, seperti kinerja Kaesang, perkembangan PSI, dan dinamika koalisi,”
jelasnya.
Abubakar berpandangan pengalaman sebagai anggota DPR akan menjadi modal penting bagi Kaesang apabila ingin membangun karier politik di tingkat nasional. Dia mengungkapkan, rekam jejak di parlemen akan memberikan pengalaman dalam proses legislasi, pengawasan, dan penyusunan kebijakan publik.
Namun, membangun rekam jejak melalui DPR merupakan langkah yang rasional jika ingin menyiapkan kepemimpinan politik di level nasional pada masa depan,”
ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam praktik politik modern, pengalaman di parlemen juga menjadi sumber legitimasi politik yang tidak bisa diperoleh secara instan. Pengalaman tersebut, kata dia, akan menjadi bekal bagi seorang politisi untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
Dalam politik modern, pengalaman sebagai anggota DPR memberikan legitimasi, rekam jejak, dan pengalaman dalam proses pembuatan kebijakan yang menjadi modal penting bagi seorang politisi untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi,”
bebernya.
Selain memperkuat posisi politik, pencalonan Kaesang juga dinilai dapat menjawab kritik yang selama ini menyebut karier politiknya terlalu cepat karena latar belakang keluarga.
Buat Abubakar, legitimasi yang diperoleh melalui pemilihan langsung akan menjadi ukuran penting bagi masa depan politik Ketua Umum PSI tersebut.
Bagi Kaesang, menjadi anggota DPR juga akan menjawab kritik bahwa karier politiknya terlalu cepat karena faktor keluarga. Jika berhasil terpilih dan menunjukkan kinerja yang baik, ia akan memiliki legitimasi yang diperoleh langsung dari pemilih, bukan hanya dari posisinya sebagai Ketua Umum PSI atau putra Jokowi,”
tutup Abubakar.
























