Rencana pendirian Universitas Republik Indonesia (URI) terus menuai kritik. PDI Perjuangan (PDIP) pun angkat suara perihal polemik pembangunan URI.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengingatkan pemerintah agar tak gegabah membentuk lembaga pendidikan baru sebelum membenahi kualitas perguruan tinggi yang sudah ada.
Seluruh kebijakan strategis pemerintah seharusnya melalui kajian yang mendalam agar tidak ada kontroversi di dalamnya,”
kata Hasto di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Ia menilai persoalan utama pendidikan tinggi di Indonesia saat ini bukan kekurangan universitas. Tapi, melainkan kualitas pendidikan, riset, dan pembangunan karakter.
Menurutnya, Indonesia sudah memiliki banyak perguruan tinggi yang mestinya diperkuat sesuai keunggulan masing-masing.
Indonesia ini rumah bagi begitu banyak universitas. Itu yang harus kita perkuat diferensiasinya satu dengan yang lain,”
tutur Hasto.
Lebih lanjut, dia menyampaikan peningkatan kualitas sumber daya manusia harus difokuskan pada penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi.
Selain itu, pendidikan juga harus bisa membentuk karakter serta meningkatkan daya saing generasi muda.
Ia juga mengingatkan agar pendirian lembaga baru tak menimbulkan tumpang tindih dengan institusi yang lebih dulu menjalankan fungsi strategis termasuk Lemhannas.
Untuk meningkatkan leadership Indonesia, Bung Karno sudah mendirikan Lemhannas. Supaya tidak tumpang tindih,”
katanya.
Hasto mencontohkan setiap perguruan tinggi negeri sejak awal dibangun dengan mandat yang berbeda sesuai kebutuhan nasional.
Ia menyebut Universitas Pattimura dan Universitas Cenderawasih diproyeksikan menjadi pusat pengembangan kemaritiman. Sementara, IPB memiliki peran strategis dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
Maka itu, menurut Hasto, pemerintah sebaiknya menghidupkan kembali roh dan kekhususan setiap perguruan tinggi sebelum mendirikan institusi baru.
Perencanaan koridor strategis itu yang harus disusun terlebih dahulu sebelum mendirikan lembaga-lembaga baru,”
jelas Hasto.
Lebih lanjut, Hasto menambahkan, PDIP juga sejalan dengan suara rakyat yang menilai anggaran pendidikan seharusnya lebih diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Hal itu termasuk memperkuat perguruan tinggi yang telah ada daripada membentuk institusi baru.























