Bank Sentral Amerika (Federal Reserve/The Fed) mengumumkan keputusan baru mengenai arah suku bunga acuannya. The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC).
Dilansir dari CNBC, Kamis, 30 Juli 2026, meskipun pasar pada umumnya memperkirakan FOMC akan mempertahankan suku bunga, pernyataan terbaru dari beberapa pejabat the Fed menunjukkan adanya kelompok yang cukup besar yang setidaknya mempertimbangkan kenaikan suku bunga.
Presiden Federal Reserve Dallas, Lorie Logan menjadi yang paling tegas dengan mengatakan bahwa menurutnya suku bunga seharusnya dinaikkan secara moderat.
Kebijakan Moneter Ketat Perlu Bila Inflasi Naik


Sementara itu, Presiden Federal Reserve Cleveland Beth Hammack, Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari, dan Gubernur The Fed Christopher Waller juga menyampaikan pernyataan yang mendukung kebijakan moneter yang lebih ketat apabila inflasi terus bertahan.
Bahkan, ketiga pembuat kebijakan tersebut menyatakan dissent atau berbeda pendapat terhadap keputusan the Fed kali ini.
Pada konferensi pers pasca-keputusan, Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan bahwa meskipun the Fed tidak akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan, namun the Fed akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai target inflasi 2 persen.
Saya memahami keinginan agar komite ini memberikan proyeksi dan komentar secara berkelanjutan. Namun, dari sisi kami, kami perlu mengamati reaksi pasar terhadap berbagai perkembangan secara langsung dan tanpa penyaringan,”
ujar Warsh.
Saya ingin menegaskan bahwa keputusan komite ini sangat penting, dan jika diperlukan serta dinilai tepat, kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan,”
sambungnya.
Imbal Hasil Obligasi Melonjak


Imbal hasil obligasi melonjak setelah rapat tersebut, dengan imbal hasil Treasury 30 tahun menembus 5,2 persen dan mencapai level tertinggi sejak 2007. Imbal hasil obligasi 10 tahun naik lebih dari 7 basis poin menjadi 4,677 persen
Angka inflasi belakangan ini setidaknya sedikit melegakan, karena penurunan singkat harga bensin membuat indeks harga konsumen (IHK) mencatat penurunan tak terduga sebesar 0,4 persen pada Juni. Namun, penurunan harga di pompa bensin tersebut telah berbalik arah dalam beberapa pekan terakhir seiring dengan situasi di Timur Tengah yang sangat tidak stabil.
Kita akan mendapatkan serangkaian data yang menarik antara sekarang hingga pertemuan bulan September,”
kata Jerry Templeman, mantan analis senior Federal Reserve New York yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden Bidang Ekonomi dan Riset Pendapatan Tetap di Mutual of America Capital Management.

























