Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan antisipasi untuk menghadapi potensi El Nino yang diperkirakan dapat memicu penurunan curah hujan dan meningkatkan risiko kekeringan di indonesia.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan kondisi iklim secara berkelanjutan, penyampaian informasi dini, hingga koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Direktur Perubahan Iklim BMKG A. Fachri Radjab mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan El Nino Southern Oscillation (ENSO) dengan memanfaatkan hasil observasi terbaru dan pembaruan prediksi dari berbagai pusat iklim dunia.
“Fokus utama BMKG adalah memberikan informasi mengenai dampak yang akan dirasakan masyarakat, terutama potensi penurunan curah hujan dan ancaman kekeringan,”
ujar Fachri kepada Owrite.id, dikutip pada Jumat, 31 Juli 2026, di Jakarta.
Perbarui Data
BMKG secara konsisten memperbarui informasi potensi kekeringan setiap bulan sebagai bagian dari sistem peringatan dini. Bahkan informasi yang dirilis sejak empat bulan silam telah dimanfaatkan sebagai acuan dalam berbagai kebijakan sektoral.
“Informasi mengenai potensi kekeringan yang telah dirilis BMKG sejak Maret 2026 telah menjadi rujukan berbagai kebijakan sektoral, termasuk dalam pengelolaan sumber daya air, pertanian, serta langkah-langkah mitigasi dampak kekeringan,”
kata Fachri.
Selain memperkuat layanan informasi iklim, BMKG juga menjalin koordinasi intensif dengan berbagai kementerian dan lembaga, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Kehutanan guna meminimalkan dampak musim kemarau.
Tak hanya itu, BMKG bersama BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara situasional di sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Fachri menekankan langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi potensi dampak El Nino sehingga risiko terhadap sektor pertanian, sumber daya air, maupun bencana hidrometeorologi dapat ditekan sejak dini.


























