Pengamat politik Emrus Sihombing menilai tudingan bahwa politisi PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Sitorus menghina profesi wartawan saat rapat Komisi II DPR tidak dapat disimpulkan sebagai tindakan yang disengaja.
Menurutnya, karakter Deddy maupun nilai-nilai yang dianut partainya justru menjunjung tinggi profesi jurnalis.
Menurut hemat saya, Deddy sangat jauh atau tidak ada maksud atau niat sama sekali menghina profesi tertentu, termasuk wartawan,”
kata Emrus kepada Owrite, Jumat, 31 Juli 2026.
Dia menmabhakan, argumentasinya didasarkan pada karakter politik Deddy yang dibentuk oleh PDIP. Emrus menilai, partai tersebut selama ini menempatkan penghormatan terhadap berbagai profesi sebagai bagian dari nilai yang terus dijaga.
Argumentasi saya sederhana, bila kita lihat partai yang membesarkan Deddy yaitu PDIP yang menjunjung tinggi harkat dan martabat semua profesi formal di Indonesia, tentu termasuk profesi jurnalis,”
ucapnya.
Dikatakan Emrus, PDIP selama ini dikenal sebagai partai yang mengedepankan keberagaman dan kesetaraan. Karena itu, kecil kemungkinan kadernya memiliki maksud merendahkan profesi tertentu dalam ruang publik.
PDIP sebagai partai yang mengusung keberagaman itu, selalu berada di garda terdepan memperjuangkan kesetaraan. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi,”
ungkapnya.
Emrus berpandangan, penghormatan terhadap pers juga menjadi bagian dari komitmen demokrasi yang selama ini dibangun PDIP.
Olehnya itu, media massa memiliki fungsi strategis dalam menjalankan kontrol sosial, pendidikan publik, dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
Sebagai partai yang mengedepankan nilai-nilai demokrasi, PDIP dan para kadernya sangat-sangat menghormati para jurnalis dan media massa sebagai pilar keempat dalam tatanan berdemokrasi di negeri tercinta ini,”
jelasnya.
Emrus menambahkan, media melakukan fungsi kontrol, edukasi, dan memberi informasi yang dapat memberi kepastian atau paling tidak mengurangi ketidakpastian di tengah masyarakat dalam rangka berbangsa dan bertanah air
Karena itu, Emrus menilai karakter tersebut melekat pada diri Deddy Sitorus dalam berinteraksi dengan berbagai kalangan. Ia berpandangan polemik yang berkembang tidak serta-merta menunjukkan adanya niat menghina profesi wartawan.
Menurut saya, karakter partai PDIP ini sangat melekat pada diri Deddy. Karena itu, ia seorang yang egaliter dalam segala interaksi sosialnya,”
tutup Emrus.























