Polri memperkuat pengamanan di kawasan bisnis dan industri, pusat perbelanjaan, maupun objek vital nasional dalam rangka memastikan aktivitas masyarakat dan perekonomian tetap berjalan.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyatakan penebalan pengamanan bukan karena ada ancaman, melainkan bagian preventif mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
“Polri terus melaksanakan patroli rutin, penguatan kegiatan intelijen, deteksi dini, pengamanan objek vital nasional, patroli siber, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan,”
ujar Jhonny dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.
Pelibatan pengamanan dilakukan secara berlapis melibatkan personel tingkat Mabes Polri, Polda, Polres, hingga Polsek. Pengamanan berfokus untuk menopang aktivitas masyarakat dan stabilitas ekonomi.
Belum Ada Indikasi
Johnny melanjutkan berdasarkan pemantauan Daily Operational Reporting System (DORS), situasi keamanan nasional masih terkendali.
DORS merupakan alat memonitor kondisi keamanan dari seluruh wilayah Indonesia secara real time. Polri belum menemukan indikasi gangguan stabilitas keamanan publik.
“Data yang kami peroleh melalui DORS menunjukkan situasi keamanan hingga saat ini masih terkendali. Tidak terdapat kejadian menonjol,”
ucap Johnny.
Perlindungan Banyak Sektor
Adapun peningkatan pengamanan di sejumlah perusahaan dan kawasan usaha sekaligus langkah antisipatif melindungi pekerja, aset perusahaan, serta menjaga kelancaran operasional.
Polri mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi tidak terverifikasi yang berpotensi memicu keresahan.
“Setiap potensi gangguan akan ditangani secara cepat, tepat, dan profesional sehingga situasi yang kondusif dapat terus terjaga,”
imbuh Johnny.

























