Ube dan ubi ungu sering dianggap sebagai bahan pangan yang sama karena sama-sama memiliki daging berwarna ungu.
Padahal, keduanya merupakan umbi yang berbeda, baik dari segi jenis, asal, warna, rasa, hingga penggunaannya dalam berbagai olahan makanan.
Mengetahui perbedaan ube dan ubi ungu dapat membantu Anda memilih bahan yang sesuai dengan kebutuhan, terutama jika ingin membuat kue, minuman, atau hidangan penutup. Lantas, apa saja perbedaan antara ube dan ubi ungu? Simak penjelasannya berikut ini.
Tanaman yang Berbeda
Meski sama-sama berwarna ungu, ube dan ubi ungu berasal dari tanaman yang berbeda. Dilansir dari laman Hawai’I U’lu Corporative, ube merupakan sejenis ubi keladi atau yam (Dioscorea alata) yang berasal dari Asia Tenggara dan sangat populer dalam kuliner Filipina.
Sementara itu, ubi ungu adalah ubi jalar (Ipomoea batatas) yang berasal dari Amerika Selatan dan termasuk dalam keluarga kangkung-kangkungan (morning glory). Karena berasal dari spesies yang berbeda, keduanya memiliki karakteristik yang tidak sama.
Warna, Rasa, Tekstur
Sekilas, ube dan ubi ungu memang tampak serupa karena sama-sama memiliki daging berwarna ungu. Namun, warna ungu pada ube umumnya lebih pekat dan cerah, sedangkan ubi ungu memiliki warna yang cenderung lebih gelap atau keunguan tua.
Dari segi rasa, ube memiliki cita rasa manis yang khas dengan sedikit sentuhan aroma vanila dan pistachio. Sementara itu, ubi ungu menawarkan rasa manis alami yang lebih sederhana dan beraroma khas umbi.
Teksturnya pun berbeda. Setelah dimasak, ube cenderung lebih lembut dan lembap, sedangkan ubi ungu memiliki tekstur yang lebih padat dan agak kering. Perbedaan ini membuat ube lebih banyak digunakan sebagai bahan utama es krim atau kue.
Ube, Ubi Ungu
Baik ube maupun ubi ungu sama-sama mengandung antosianin, yaitu pigmen alami yang memberikan warna ungu sekaligus berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan ini berperan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, hingga berfungsi menurunkan risiko penyakit jantug.
Meski demikian, ubi ungu diketahui memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan ube. Hal ini berarti ubi ungu cenderung menyebabkan kenaikan kadar gula darah yang lebih lambat sehingga dapat menjadi pilihan yang lebih baik bagi sebagian orang yang sedang mengontrol gula darah.
Masa Panen
Perbedaan lain dapat dilihat dari bagian kulitnya. Ubi ungu memiliki kulit yang relatif tipis sehingga mudah dikupas dan dalam beberapa olahan dapat ikut dikonsumsi setelah dibersihkan. Sebaliknya, ube memiliki kulit yang lebih tebal, kasar, dan menyerupai kulit kayu.
Dari sisi budidaya, ubi ungu juga memiliki masa panen yang lebih singkat, yakni sekitar 3–7 bulan setelah ditanam. Sementara itu, ube membutuhkan waktu lebih lama, bahkan dapat mencapai sekitar satu tahun hingga siap dipanen.
Ditemukan di Indonesia?
Di Indonesia, ubi ungu jauh lebih mudah ditemukan dibandingkan ube. Ubi ungu banyak dibudidayakan di berbagai daerah dan telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan, baik untuk makanan tradisional maupun olahan modern.
Sebaliknya, ube lebih identik dengan kuliner Filipina sehingga ketersediaannya di Indonesia masih terbatas dan umumnya dijual dalam bentuk olahan, seperti pasta, bubuk, atau bahan impor.
Meski demikian, baik ube maupun ubi ungu memiliki potensi sebagai sumber karbohidrat alternatif. Pemanfaatan berbagai jenis umbi-umbian dapat membantu mengurangi ketergantungan pada satu jenis pangan pokok sekaligus mendorong konsumsi pangan yang lebih beragam dan bergizi.


















